PEKANBARU, BerkasRiau.com – Digitalisasi telah menjamur di berbagai sektor, untuk sektor se-strategis dan mendasar seperti ketahanan pangan ini mestinya sudah digital, ya”.
Setidaknya ini merupakan sekelumit testimoni ataupun kutipan dari Kadis Ketapang Bapak Alek Kurniawan dalam Rapat Percepatan Pemanfaatan Teknologi informasi bagi layanan publik di bidang ketahanan pangan bertempat di ruang rapat Kadis Ketapang yang ditaja pada Selasa (02/03). Ini juga menunjukkan bentuk keseriusan dan motivasi tinggi beliau dalam menjalankan amanah selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru.
Selanjutnya Kadis Akur juga menyebutkan bahwa Digitalisasi di sektor pangan dan pertanian harus terus didorong agar visi dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045 dapat tercapai. Bagi Dinas Ketahanan Pangan yang selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan disketapang ini juga merupakan salah satu bentuk pengejawantahan dari SmartCity yang disandang oleh kota Pekanbaru itu sendiri bahwa bekerja itu harus smart.

“Jadi SmartCity memang tidak melulu bicara soal internet dan aplikasi saja, diluar itu juga masih banyak indikator indikator lain untuk dikatakan smart itu” ucap eks. Ka. BPKAD ini kepada seluruh para pejabat Administrator dan pengawas yang berkesempatan hadir dalam rapat tersebut.
“Poin pentingnya adalah bagaimana pekerjaan ini bisa lebih efektif dan efisien, nah disitulah smart-nya, inilah poin dari pemanfaatan IT (pembuatan aplikasi) yang akan kita bangun ini” tandasnya
Sebagaimana diketahui bahwa dalam rangka optimalisasi tupoksi Disketapang yang lebih fungsional dan menghasilkan kemanfaatan yang berkelanjutan, akan dioptimalkan kegiatan pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan publik di bidang ketahanan pangan.

Dia juga menekankan bahwa untuk lebih fungsional nya aplikasi yang akan dirancang, maka butuh perencanaan dan penelaahan yang sesuai dengan tupoksinya Disketapang itu sendiri. Rapat ini dimaksudkan sebagai sinergitas dari berbagai leading sector yang tergabung di lingkungan Ketapang Pekanbaru sehingga nantinya output Digitalisasi yang dihasilkan betul betul bermanfaat bagi pelaksana Tusi kedinasan Ketapang kedepannya. Memberikan output yang jelas, terukur dengan prinsip efektif dan efisien sehingga informasi informasi strategis di bidang pertanian dan pangan mampu menjadi dasar yang jelas dan terukur dalam menelurkan opsi-opsi kebijakan yang pro pelaku pangan dan stakeholder terkait lainnya.
“Ada atau tidak adanya covid-19, sebenarnya isu-isu ketahanan pangan selalu menjadi isu strategis, apalagi pada masa Covid-19 ini” tandasnya menambahkannya.
“Makanya kita harus memanfaatkan seluruh media yang ada untuk optimalisasi kegiatan kegiatan di Ketapang salah satu lewat pemanfaatan Teknologi informasi untuk layanan publik ini” sambungnya.

Diakhir rapat siang itu, sang ketua ISSI Pekanbaru ini juga mengingatkan kepada seluruh peserta rapat untuk menggesa dan menindaklanjuti percepatan percepatan kegiatan kegiatan yang telah terakomodir dalam APBD 2021 apalagi dimasa-masa covid ini, belanja Pemerintah merupakan stimulus yang paling ditunggu agar roda ekonomi lokal dapat berputar karena investasi, ekspor-impor dan pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan.
“Mari bersama-sama kita bersinergi dan mengambil peran masing-masing sesuai tupoksi yang ada, perlakuan Kepada sektor pangan harus memadai kalau tidak ingin ‘pangan berdaulat’ dikatakan hanya sebatas slogan saja” tutupnya. (af).
BerkasRiau.com Kawal Riau Dengan Berita