Home / Daerah / ROKAN HILIR / Daripada Diamankan Satpol PP, Pedagang Bagansiapiapi Bagikan 3 Ton Semangka Gratis ke Warga

Daripada Diamankan Satpol PP, Pedagang Bagansiapiapi Bagikan 3 Ton Semangka Gratis ke Warga

ROHIL – BerkasRiau.com – Aksi protes mengharukan terjadi di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (7/7/2026). Seorang pedagang buah bernama Jumida (43) memilih membagikan gratis sekitar 3 ton semangka dan buah lainnya kepada warga, daripada dagangannya disita Satpol PP.

Dengan mata berkaca-kaca, Jumida menurunkan dagangannya di depan teras samping Bank Syariah Indonesia (BSI) Bagansiapiapi. Buah-buahan seperti semangka, salak, manggis hingga sunkist dibagikan cuma-cuma kepada pengguna jalan yang melintas.

Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Jumida mengaku kecewa dengan tindakan Satpol PP Rohil yang ingin mengamankan dagangannya. Padahal ia merasa sudah mengantongi izin dari pihak bank untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Saya ini masyarakat Rokan Hilir pak, anak saya lima orang lahir disini. Tapi kenapa diperlakukan tidak adil seperti ini? Saya sudah diberi izin sama pihak BSI untuk memakai area kantor mereka berdagang. Dagangan saya tidak memakan badan jalan,” ujar Jumida di lokasi.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pilih kasih. Menurutnya, di area Taman Kota dan sekitarnya masih banyak pedagang lain yang berjualan namun tidak ditertibkan.

“Padahal bapak lihat sendiri, disana dan sekitar sini juga banyak pedagang seperti saya. Tapi kenapa hanya saya saja yang diginikan?” tanyanya dengan nada kecewa.

Lebih Baik Dibagikan Daripada Rusak
Jumida mengaku terpaksa membagikan dagangannya senilai hampir Rp35 juta itu. Ia khawatir jika buahnya diangkut petugas, kondisinya akan rusak dan tidak bisa dijual lagi.

“Daripada buah-buah ini diangkut Satpol PP, yang ada nanti pasti rusak kak. Saya lebih ikhlas jika masyarakat yang menikmatinya. Biar nanti Tuhan yang balas semuanya,” terangnya.

“Lebih baik seperti ini kak, dibandingkan mereka bawa,” tambahnya.

Sudah Berdagang Sejak 2016
Pedagang yang menafkahi 5 orang anak sekolah ini mengaku sudah berjualan di lokasi yang sama sejak 2016. Ia menyebut baru kali ini mendapat perlakuan seperti itu.

“Dari 2016 saya berjualan buah, baru kali ini diperlakukan seperti ini. Bupati sebelumnya tak pernah menyakiti kami para pedagang, seperti kepemimpinan Bupati saat ini,” katanya.

Ia juga meminta perhatian Bupati Rokan Hilir Bistam. “Kami hanya mencari makan di rumah kami sendiri. Tapi kami digusur seperti ini. Kami sudah sepakat untuk pindah, tapi kemana? Tak ada tempat yang layak,” pintanya.

Jumida menegaskan selama ini ia tidak mengganggu ketertiban. Lokasi dagangannya juga tidak berada di badan jalan karena dipisahkan oleh selokan. Ia pun rutin membayar retribusi sampah setiap bulan.

Pihak Bank Ikut Angkat Bicara
Saat penertiban berlangsung pihak BSI turut keluar dan memberikan penjelasan kepada petugas Satpol PP. Dari video yang beredar, pihak bank menyampaikan bahwa area tersebut adalah wilayah mereka dan telah memberikan izin kepada Jumida selaku nasabah.

Namun penjelasan tersebut tidak menggoyahkan petugas untuk tetap mengamankan dagangan.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Kabupaten Rokan Hilir telah dilakukan, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(Cr5)

print

About ar_admin