Sunday , April 14 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Temu Alumni SMPN 1 Bangkinang Angkatan 1988, Sekda Tak Segan-segan Cium Tangan Guru

Temu Alumni SMPN 1 Bangkinang Angkatan 1988, Sekda Tak Segan-segan Cium Tangan Guru

BANGKINANG KOTA, BerkasRiau.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs H Yusri MSi yang juga merupakan alumni SMPN 1 Bangkinang Kota, menghadiri acara yang bertajuk Basuo Konjo Lamo setelah 29 tahun. Mereka merajut kembali tali silaturrahmi alumni angkatan 1988 di Aula SMPN 1 Bangkinang Kota, Ahad (17/12/2017).

Acara dihadiri para alumni angkatan 1988 yang berasal dari berbagi daerah. Seperti Padang, Batam, Jakarta, Pekanbaru maupun dari Bangkinang.

Berbagai profesi yang berbeda, dan juga dihadiri oleh para guru-guru yang mengajar pada tahun 1988, Kepala Sekolah SMPIN I DrsH Syarifuddin MPd. Pada kesempatan itu, walaupun Yusri telah menjadi pejabat di daerah ini, dia tetap santun kepada guru. Tak segan-segan mencium tangan guru.

Sekda pada sambutananya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah membuat acara reuni ini. Sehingga tali silaturrahmi bisa terjalin kembali selama hampir lebih kurang 30 tahun.

“Baru sekarang bisa berjumpa dengan teman-teman sesama sekolah dan para guru-guru yang mengajar di SMPN I Bangkinang,” katanya.

Sekda juga mengharapkan alumni di mana saja berada untuk membesarkan sekolah dengan cara menjadikan sekolah ini pilot projek yang bisa mendunia. Baik bidang pendidikan maupun bidang lainnnya. Sehingga sekolah ini nanti bisa dikenal secara luas baik nasional maupun internasional.

Selanjutnya pada pidatonya sekda mengatakan bahwa ada perubahan pradigma dalam dunia pendidikan. Bahwa kurang ada korelasi yang signifikan antara peningkatan ekonomi dengan keberhasilan tingkat pendidikan masyarakat.

“Dulu pada tahun 80-an di seberang Bangkinang kita dengan mudah menemukan satu sarjana satu rumah padahal ekonomi masa itu sulit. Sekarang kita susah mencari satu orang sarjana dalam satu rumah padahal tingkat ekonomi masyarakat sudah membaik. Ada apa sebenarnya yang terjadi sehingga anak-anak kita tidak banyak lagi yang masuk sekolah dan universitas unggul, 2-3 persen saja, padahal gizi sudah cukup,” kata Yusri.

Dia meminta para pendidik, cerdik pandai untuk meneliti perubahan pradikma ini.

Sekda juga mengajak para kaum intelektual untuk membuat sistem untuk mengembalikan anak-anak agar mempunyai akhlak yang baik. Tidak cukup hanya cerdas namun mempunyai sifat dan perilaku yang baik.

Pemda Kampar mengajak akademisi, para guru-guru yang telah purnabakti, maupun yang masih aktif membuat forum-forum diskusi untuk mengaji secara menyeluruh masalah perubahan ini. Dari hasil forum diskusi bisa membuat suatu program melalui pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini.

Di akhir sambutan, Sekda memohon doa dari para guru-gurunya agar bisa mengemban amanat yang telah diberikan Pemkab kepadanya menjadi Sekretaris Daerah Kampar.

“Doa, tujuk ajar, nasehat dari para guru-guru sangat kami harapkan. Kalau bukan karena bimbingan, doa dari guru-guru tidak mungkin kami bisa seperti saat ini, untuk itu teruslah doakan kami,” pinta Sekda

Dalam Acara tersebut Alumni SMPN I memberikan bingkisan kepada para guru-guru yang saat ini sudah banyak yang memasuki masa purnabakti dan kepada pihak sekolah SMP N I Bangkinang.(rls)

print