TAPUNGHULU,BerkasRiau.com _ Penyaluran Beras miskin (Raskin) di Desa Bukit Kemuning Kecamatan Tapunghulu Kabupaten Kampar, diduga tidak terealisasi secara menyeluruh kepada warga miskin.
Demikian disampaikan Ketua RT 21 Desa Bukit Kemuning G.Sirait di kediamannya Selasa (15/8/17) saat berbincang bincang dengan Wartawan bersama aparat Desa Bukit Kemuning lainnya.
Menurut Sirait warga yang berada di wilayah pemerintahannya (RT 21) sama sekali tidak seorangpun yang menerima raskin tanpa diketahui apa sebabnya.
Tambahnya, warga yang bertempat tinggal di RT 21 sudah menanyakan keberadaan raskin tersebut kepadanya selaku RT setempat. Dikarekan belum ada informasi dari Kepala Desa Suparna kepadanya, akhirnya Sirait pergi menemui Kepala Desa guna menanyakan hal tersebut.
Sirait berhasil menemui Suparna di kantor nya, dan menerima keterangan dari Kepala Desa bahwa raskin sudah tidak ada lagi (habis) dengan dalih jaringan seluler dari kantor Kepala desa sulit untuk melakukan panggilan seluler kepada Sirait.
” saya sudah ditemui warga saya RT 21, mereka yang biasa dapat raskin berjumlah sekitar 15-19 kepala rumah tangga, warga menanyakan pada saya mengapa raskin tidak sampai kepada mereka, akhirnya saya temui kepala desa Suparna dikantor desa, tapi kades menjawab beras miskin sudah habis, kades mengatakan sulit nelpon saya dari kantor untuk memberi Info raskin, saya bingung kog nelpon dari kantor ke Bangkinang (Kabupaten) bisa, kenapa nelpon saya susah, padahal jaringan bagus kog tanya saya dihati ” Ungkap Sirait.
Kepala Desa Bukit Kemuning Suparna ketika dikomfirnasi Wartawan, di duga bungkam.
Panggilan seluler nada terhubung tidak ditanggapi, pesan singkat sms komfirmasi juga tidak dibalas.
Hingga berita ini dilansir, Wartawan belum juga menerima keterangan dari Kepala Desa Bukit Kemuning Suparna terkait raskin tersebut.
(Anar Nainggolan)