Kampar, BerkasRiau.com – Jasad Suheri (55 tahun) warga Rt 01 Rw 01 Dusun Sei Tibun Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau yang dinyatakan bunuh diri, Senin (19/4/2020) dibongkar untuk diautopsi.
proses penggalian makam jasad almarhum oleh tim forensik polda Riau, senin (20/04/2020),Foto : Syailan Yusuf/BerkasRiau
Penggalian jasad almarhum dilakukan oleh tim forensik Polda Riau yang dipimpin oleh Kompol Supriadi, Amk.
Proses penggalian jasad almarhum dikawal jajaran Polsek Kampar, disaksikan keluarga dan ratusan warga masyarakat setempat.
proses penggalian makam jasad almarhum oleh tim forensik polda Riau, senin (20/04/2020),Foto : Syailan Yusuf/BerkasRiau
Almarhum adalah PNS di SMPN Pulau Payung, semasa hidup berkelakuan baik, kata Kepala Desa Koto Tibun, Hasbirullah.
“Almarhum meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak, satu masih sekolah, ucapnya.
Kapolsek Kampar, Akp. Try Budi menyampaikan, autopsi dilakukan atas permintaan keluarga almarhum.
“Sebelumnya, kata Budi, pihak keluarga korban sudah disarankan untuk dilakukan otopsi”.
Setelah lebih tiga minggu, pihak keluarga baru meminta agar almarhum diotopsi.
Keluarga korban ingin memastikan, penyebab kematian almarhum. Karena ada curiga dengan jasad almarhum.
Budi menyampaikan, jika setelah dilakukan otopsi ada indikasi tindak pidana maka akan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut, jika hasilnya murni bunuh diri, maka kami minta pihak keluarga menerima.
Sementara, kuasa hukum pihak keluarga almarhum, Azman Hadi dan Herbet Sirait dari kantor hukum Averroes di Pekanbaru menyampaikan, apapun hasilnya nanti pihak keluarga diharaokan dapat menerima.
“Apabila ada dugaan indikasi perbuatan pidana, ucap Herbet, maka pihak keluarga harus siap menyerahkan sepenuhnya ke pihak Kepolisian untuk proses lebih lanjut”.
Sebaliknya, jika almarhum ternyata bunuh diri, maka pihak keluarga umtuk dapat bisa legowo.
Diketahui, almarhum ditemukan tergantung dengan seutas tali melilit dileher dirumah kontrakannya di Rt 04 Rw 01 Dusun Titian Sago Desa Koto Tibun sekira 2 kilometer dari kediamannya tanggal 27 Maret 2020 oleh isteri dan anaknya.
Mayat almarhum dikebumikan di tempat pemakaman umum Koto Bawang Desa Koto Tibun.
Autopsi dilakukan, merupakan rangkaian investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian. (Syailan Yusuf)