Sunday , June 16 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Diguyur Hujan, Pencanangan Budaya Melayu di Kabupaten Kampar Tidak “Luntur” 

Diguyur Hujan, Pencanangan Budaya Melayu di Kabupaten Kampar Tidak “Luntur” 

BANGKINANG, BerkasRiau.com –  Sesuai dengan Peraturan Dearah Nomor 36 Tahun 2001  dalam Visinya “ Menjadikan Riau sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu dalam masyarakat yang agamis di Asia Tenggara pada tahun 2020, Provinsi Riau optimis menjadikan Budaya Melayu sebagai Muatan Lokal.

Dengan demikian dalam Pencanangan Penguatan sebagai  budaya Melayu Riau, walaupun diguyur hujan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar tetap melaksankan upacara alias tidak “luntur”.

Upacara Pencanangan Penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu Riau dengan menggunakan pakaian Melayu Lengkap tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (sekda) Kampar Drs yusri,M.Si di Halaman Kantor Bupati Kampar, Senin pagi (25/6/18).

Dengan keadaan cuaca diguyur hujan, keadaan upacara sedikit agak beda. Dimana para peserta dari para pejabat berdiri dipodium utama belakang Pembina Upacara, sementara para peserta lainnya berdiri disekiling halaman kantor Bupati menghadap Pembina upacara.

Sekda Kampar dalam amanatnya membacakan sambutan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, bahwa Visi diatas meperlihatkan suatu sikap optimis, percaya diri setelah melihat ke belakang dan menatap muka.

Berbagai capaian peradaban dikawasan ini yang diakui dan mengaku sebagai Melayu, memang patut senentiasa diingat-ingat. Sebab ia memberi pelajaran apa dan bagaimana mengahadapi berbagai tantangan dengan mendayagunaan kemampuan sendiri maupun memamfaatkan keberadan sekitar.

Untuk itu diperlukan keberadaan Muatan Lokal dalam berbagai bidang terutama dilembaga pendidikan dan ruang umum (public).

Walaupun demikian selama ini, upaya menghadirkan muatan local tersebut sudah dilaksanankan diberbagai Kabupaten/Kota dan muatan lokal budaya melayu di Sekolah-sekolah, tetapi disisi lain masih banyak juga Kabupaten/Kota yang masih belum menerapkan.

Dengan demikian dalam hal ini tidak bisa Pemrov Riau bekerja sendiri, makanya untuk menguatkan muatan local budaya Melayu Riau diperlukan juga kerja sama  Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau serta kerjasama mayarakat pendatang masyarakat asli Riau sendiri.(disk).

print