Friday , June 14 2024
Home / Daerah / K A M P A R / 5 PSK Kelok Indah Kembali Terjaring Razia, Zaki Sebut Perda Lemah

5 PSK Kelok Indah Kembali Terjaring Razia, Zaki Sebut Perda Lemah

BANGKINANG, BerkasRiau.com – Lemahnya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kampar tentang penyakit masyarakat (Pekat), sehingga tidak membuat jerah terhadap wanita – wanita pekerja Sek komersual.

Buktinya, walaupun berulang kali Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pengerebekan, tapi masih saja lima orang wanita penghibur asal kafe Kelok Indah kecamatan XIII Koto Kampar ini terjaring dalam opersi tim yustisi yang dilakukan oleh Satpol PP Kampar. Kamis (19/4/2017).

Menurut informasi yang dihimpun awak media, lima orang wanita jalang ini, yakni, AM, (19). EP (22), NA (23), ST, (28) dan ML (31). Mereka ditangkap oleh satpol PP sedang melayani pria hidung belang yang sedang minum alkohol di warung remang – remang tersebut.

“Mereka kita amankan sekitar pukul 00.00 Wib, karena tadi malam hujan, jadi hanya beberapa warung yang dibukak, dan lima wanita penghibur juga ditemukan,” ungkap M. Zaki ketika dijambangi wartawan diruang kerjanya.

Lebih jauh, Zaki juga menyebutkan lemahnya Perda untuk menjatuhkan sangsi, sehingga tidak memberikan epek jerah kepada pelaku wanita penghibur.

“Sampai kapanpun, mereka tidak akan pernah berhenti untuk melakukan itu, karena sangsi yang tegas tidak ada untuk mereka, kalau sudah ditangkap dan mereka disidangkan (sidang tipiring-red) dan membayar denda Rp 250 ribu. Itu tidak membuat mereka jerah,” sesal Zaki.

Oleh sebab itu, Zaki sangat berharap kepada pemerintah untuk lebih meningkatkan angaran dalam melakukan kegiatan. Menurutnya, anggaran yang sebelumnya sabgat minim dan tidak bisa untuk melakukan kegiatan setiap hari.

“Kalau bisa perda ditingkatkan dari 250 menjadi 500 ribu. Agar, dengan denda yang dijatuhkan kepada wanita ini bisa menjadi epek jerah bagi mereka, dan juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, kita menghimbau kepada pemilik kafe untuk segera menutupnya,” harapnya.

Reporter : Defrizal

print