Thursday , August 11 2022
Home / Advertorial / Adopsi Pola Komunikasi yang Adaptif, Kadis Akur Labeli Publikasi Disketapang dengan Sebutan “Disketapang Berkabar”

Adopsi Pola Komunikasi yang Adaptif, Kadis Akur Labeli Publikasi Disketapang dengan Sebutan “Disketapang Berkabar”

Pekanbaru, BerkasRiau.com – Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru semakin hari semakin aktif dalam pemanfaatan media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram dan You Tube untuk mengkomunikasikan program-program strategis kepada masyarakat agar jangkauannya luas diketahui, dipahami, diterima dan pada akhirnya diharapkan dapat dukungan dari masyarakat itu sendiri. Hal ini ditegaskan oleh Kadis Akur (Kepala Dinas Alek Kurniawan) di ruang kerjanya, Jl. Cut Nyak Dien No. 1 Pekanbaru yang sudah hampir 18 bulan terakhir dipercaya selaku Nahkoda pada Dinas yang termutakhir lebih viral dengan sebutan Disketapang Pekanbaru pada Senin (29/11/2021).

“Fenomena itu telah berubah. Masyarakat yang mayoritas digandrungi generasi milenial sekarang lebih suka menggunakan smart phone”, Ujar Kadis Akur yang juga Eks. Kepala BPKAD Pekanbaru tersebut.

“Kita perlu pola komunikasi yang adaptif. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial, karena media itu paling efektif untuk saat ini” jelasnya lagi.

Sang Kadis ini menerangkan bahwa urusan pangan adalah urusan yang sangat mendasar, yang menjadi concern kita bersama karena itu adalah urusan perutnya seluruh masyarakat. Penyampaian informasi pada media yang tepat untuk disebarluaskan kepada masyarakat luas sangatlah penting untuk membangun kesadaran (awareness) publik bahwa urusan pangan adalah menyangkut kepentingan dasar seluruh manusia yang memerlukan perhatian serius alias “tidak main-main”. Setidaknya demikianlah yang senantiasa digaungkan Ketua ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) Kota Pekanbaru periode 2021-2025 ini.

Dalam berbagai kesempatan, ayah tiga anak ini selalu menyampaikan bahwa “Perlakuan kepada sektor pangan haruslah memadai, kalau tidak ingin Ketahanan Pangan disebut sebatas slogan”. Selanjutnya ia juga menegaskan bahwa “Ada atau tidak adanya Covid-19, isu-isu ketahanan pangan selalu menjadi isu strategis, apalagi di masa pandemic covid-19 ini”.

Selain memastikan seluruh program strategis yang dirancang di Disketapang berjalan sesuai rel dan rencana, dalam urusan penyampaiannya ke masyarakat juga harus dikemas menarik agar masyarakat dan seluruh stakeholder yang disasar dapat melihat bahwa keberadaan Pemerintah (Disketapang) itu ada walaupun dalam segala keterbatasannya, tandasnya lagi. Untuk memadainya kegiatan publikasi tersebut sebutnya lagi, Disketapang telah menerbitkan Keputusan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Nomor Kpts. 521/DKP/041/2021 tanggal 06 Januari 2021 yang lalu tentang Pembentukan Program Disketapang Berkabar beserta penunjukan Tim Informasi dan Teknologi, Humas dan Optimalisasi Publikasi di Lingkungan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru.

“Selaras dengan misi Kota Pekanbaru sebagai Smartcity, tentunya kita juga harus smart dalam penyampaian informasi kepada masyarakat,” sebut Kadis Akur lagi.

Bahwa dalam rangka penyebarluasan informasi publik terkait program-program strategis di Lingkungan Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru, Kadis Akur menuturkan perlu dilakukan kegiatan sosialisasi, publikasi dan komunikasi yang memadai, tepat dan terpadu. Dan menurut dia itulah filosofi dari Keberadaan Program Disketapang Berkabar ini.

Lebil lanjut, Output dari program ini sebutnya lagi, bukan hanya sekedar video yang berlabel disketapang berkabar saja seperti yang sudah dipublis belakangan ini, Disketapang Berkabar adalah rumahnya Publikasi di Disketapang Pekanbaru. Tuturnya, jauh secara lengkap dan memadai output dari program ini adalah untuk meracik draft berita untuk Publikasi di Bidang Ketahanan Pangan, mengelola informasi pada laman medsos Facebook, Instagram dan Youtube, optimalisasi koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Persandian dan Informasi Kota Pekanbaru dalam pengembangan atau kegiatan terkait dalam maksimalisasi pemanfaatan website www.disketapang.pekanbaru.go.id, membuat draft video layanan masyarakat di bidang ketahanan pangan, membuat draft Flyer (Iklan Gambar) Layanan Informasi masyarakat lainnya, mengelola Informasi pada papan digital di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, mengelola informasi harga pangan strategis sehingga layak untuk dipublikasikan, menyusun draft logo-logo produk-produk IT maupun non IT, mengusulkan iklan layanan masyarakat sesuai kebutuhan kerja, merekap respon-respon netizen atas layanan produk-produk berita yang diterbitkan, flyer dan informasi lainnya pada laman medsos, manajemen keamanan laman medsos, membuat draft survei kepuasan netizen atas produk produk layanan informasi yang dihasilkan, membangun aplikasi mandiri yang mendukung kinerja di Disketapang, mendata aplikasi-aplikasi lintas sektoral (aplikasi di luar yang dibangun Dinas Ketahanan Pangan) yang digunakan oleh Dinas dalam rangka mendukung kinerja di Disketapang Pekanbaru, menerbitkan kalender ketahanan pangan yang dilengkapi hari-hari pangan serta design menarik yang menampilkan program kegiatan yang dikelola Disketapang dan kegiatan humas publikasi lainnya secara menarik dan memadai.

Tidak sampai disitu, agar keberadaan Program Disketapang berjalan optimal, Akur menyebut Program yang diluncurkan pihaknya tersebut juga sudah ditangani oleh tim yang diharapkan profesional yang terdiri dari Pembina, Ketua Pelaksana, Wakil Ketua Pelaksana, Bidang Publikasi dan Kehumasan, Bidang Sistem/ Teknikal Suport, Bidang Multimedia/ Grafis dan Operator.

“Ya, kita sudah bentuk tim agar output dari kegiatan ini betul-betul fungsiona,l” sebutnya lagi.

Dengan Program Disketapang Berkabar lanjutnya lagi, dapat menjadi media strategis untuk mempublikasikan Disketapang secara layak dan memadai, mulai dari kontak, logo, website, profil singkat, layanan dan program-program unggulan sehingga diharapkan terciptanya akses yang tinggi dari stakeholder terkait untuk mengunjungi website, media sosial disketapang, menyimpan kontak atau datang ke kegiatan-kegiatan strategis yang ada di Lingkungan Disketapang.

Dan yang terpenting ucapnya lagi, terdokumentasikan secara permanen terkait kegiatan-kegiatan strategis Dinas Ketahanan Pangan kepada para stakeholder terkait seperti informasi yang memadai pada Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani dan mitrak kerja Disketapang lainnya. Dengan pemanfaatan medsos tentu akan terciptanya media publikasi dalam jangka panjang yang artinya dengan sekali upload/ share manfaatnya akan dirasakan selama akun medsos itu ada. Dan finalnya diharapkan akan terciptanya media publikasi yang memadai untuk seluruh kalangan tanpa memadang ’strata sosial’ dari manapun.

”Contohnya, Dalam ramadhan kemarin aja, kami hadir setiap harinya untuk kampanyekan asupan berbuka/ sahur dengan pola B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman” tandasnya lagi.

Selain sebagai media informasi bagi masyarakat, ini juga sebagai pemicu bagi anggota organisasi di Disketapang untuk bekerja dan berkarya lebih giat lagi secara terbuka dan bertanggungjawab. Tentu masyarakat akan terus memantau kinerja Disketapang lewat medsos-medsos tersebut, makanya dia mendorong Pihak Disketapang agar terus berusaha menunaikan kegiatan-kegiatan yang telah disusun dalam DPA Disketapang secara terukur dan memadai.

”Ini sebagai stimulus rangsangan bagi Pegawai di Disketapang untuk bekerja lebih giat lagi karena terus dipantau kinerjanya oleh masyarakat melalui medsos tadi” cetus Akur yang juga merupakan alumnus Magister Ilmu Administrasi dan Pengembangan SDM UNRI tahun 2011 ini.

Tak dapat dipungkiri sejak dilahirkannya Program Disketapang Berkabar ini, muncullah istilah-istilah unik seperti penulisan tagar #SobatPanganPku (Sebutan netizen yang menjadi pengikut medsos Disketapang), #DisketapangGemilang, #DisketapangTerbilang, siCANTIG (Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi, siDIVA (Aplikasi Digital FSVA), KAMAPAN (Kawasan Mandiri Pangan), P2L (Pekarangan Pangan Lestari), PPM (Pekan Pangan Madani), Outlet Pangan PUAN BERSERI (Pemasaran Usahan Pangan Bersama Secara Lestari), Motor Pangan (MoPang) dan Disketapang (Dinas Ketahanan Pangan), yang semua dilengkapi logo khusus dan menarik.

Sepertinya pengalaman Bang Akur (sebutan viral Kadis Ketapang ini) selama lebih kurang 10 bulan di Bagian Humas Pemko Pekanbaru menjadikannya lebih apik dalam pengelolaan informasi ketahanan pangan di Disketapang Pekanbaru belakangan ini. Diharapkan Akur lagi; semoga saja Medsos-medsos Ketapang tersebut mendapat tempat di hati #SobatPanganPku.

”Ini ujug-ujug bukan untuk mencari popularitas semata, dengan respon dan pengikut yang banyak nantinya, diharapkan ini kedepannya mampu menjadi media strategis untuk promosi akun-akun Pegiat Pangan dan UMKM di akun kami dalam mempromosikan produk-produk mereka” tegas Kadis Akur yang juga pernah menjabat Kabag Humas Pemko Pekanbaru pada 2015 silam.

Di akhir penuturannya, Kadis Akur yang juga pernah menjadi Sekretaris DPRD pada 2019 silam mengajak seluruh khalayak untuk dapat mengunjungi dan memberikan respon terbaiknya pada Akun Resmi Disketapang Kota Pekanbaru di:

Facebook : https://www.facebook.com/diskepang.pku/Instagram : ketahananpangan_pekanbaru (https://www.instagram.com/ketahananpangan_pekanbaru/)

Youtube Channel : https://www.youtube.com/channel/UCnNIDHnUrUKMJkLBKHBTHnw

Website : http://disketapang.pekanbaru.go.id/

”So jangan lupa kunjungi akun-akun medsos kami, dan tentunya like, comment and subscribe ya,” tutupnya layak seorang Youtuber yang sedang mempromosikan akun medsos mereka. (af)

print

Check Also

Wakapolri Komjen Pol Gatot Edi Resmi Jadi Anggota Kehormatan Alumni UNRI

Pekanbaru, BerkasRiau.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol DR. Gatot Eddy Pramono Msi …