ROHIL,BerkasRiau.com – Spanduk “Selamat Datang Pejuang Apresiasi Rakyat” menyambut puluhan mahasiswa dan pemuda di depan Mapolres Rokan Hilir, Jumat (17/4/2026) sore. Tapi sambutan itu tak melunakkan tuntutan Copot Kapolres Rohil.
Massa gabungan HMI dan GPM Rohil menggelar aksi bertema “Rapor Merah Kapolres Rohil” sekira pukul 16.00 WIB di Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih. Mereka menuntut Kapolda Riau dan Mabes Polri mencopot AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. dari jabatannya.
“Ini bentuk kekecewaan kami terhadap lemahnya penegakan hukum, khususnya narkoba, tempat hiburan malam, dan judi,” tegas Ketua HMI Rohil Eka Rahayu Wijaya Pratama selaku Korlap I.
Ketua GPM Rohil Fani Pratama, Korlap II, menambahkan lemahnya penindakan telah merusak rasa aman masyarakat. Aksi dikomandoi Jenderal Lapangan Ayatullah M. Faisal dan Adam Rahmansyah.

Berdasarkan rentetan peristiwa, HMI membeberkan 5 konsekuensi fatal kepemimpinan di Polres Rohil:
1. Rohil Jadi Zona Nyaman Kriminalitas
Hukum tumpul lahirkan normalisasi pelanggaran. Galian C ilegal dan prostitusi buka terang-terangan dekat Mapolres. “Pesannya: hukum bisa dikompromikan,” kata Eka. Ekosistem narkoba menggurita karena gagalnya pemetaan bandar di Pasir Limau Kapas. “Sabu masuk sampai pelosok desa. Anak-anak kita taruhannya.”
2. Wibawa Institusi Runtuh
Warga Pasir Limau Kapas pilih main hakim sendiri karena merasa polisi hanya penonton. Rasa aman makin hilang saat tersangka pelecehan seksual di Tanah Putih bebas tanpa penjelasan yuridis transparan. “Korban siapa yang lindungi?”
3. Disiplin Personel Ambyar
Kematian anggota di tempat hiburan malam disebut puncak gunung es kegagalan pembinaan. “Pimpinan lalai tetapkan zona terlarang, nyawa anak buah jadi taruhan. Ini pelanggaran kode etik massal,” tegas Eka.
4. Maladministrasi Telanjang
Tahanan kabur lewat jendela kamar mandi bukan salah penjaga saja. “Itu kelalaian struktural. Kapolres gagal pastikan standar keamanan markas jalan harian. Kasus mandek, pencari keadilan jadi korban dua kali.”
5. Investasi Kabur, Lingkungan Rusak
Meski kaya SDA, investor enggan masuk ke daerah rawan rusuh. Pembiaran Galian C ilegal rusak jalan dan bunuh ekosistem. “Pembangunan mandek.”
Ultimatum 3×24 Jam
“Tuntutan kami hanya satu: copot Kapolres Rohil,” teriak massa. Eka bahkan menyindir, “Jika tidak dicopot, kami siap dukung Polri di bawah Mendagri dan Kapolri untuk beralih profesi menjadi petani.”
Ketidakhadiran Kapolres memicu kemarahan. Situasi memanas hingga Wakapolres Kompol Rikky Operiady, S.Sos., S.I.K., M.I.K turun menemui massa.
Pukul 19.45 WIB, mediasi digelar. Korlap dan Jendlap teken dan serahkan tuntutan resmi ke Wakapolres. Massa bubar dengan janji: “Jika 3×24 jam tak ditindaklanjuti, kami kembali dengan massa lebih besar.”(Cr5)
BerkasRiau.com Kawal Riau Dengan Berita