BANGKINANG, BerkasRiau.com – Terkendala biaya, 42 orang Mahasiswa Kampar pendidikan luar negeri (Timur Tengah dan Eropa) terancam gagal untuk dilanjutkan.
Demikian disampaikan Association Of Rise Youth Swarna Dwipa (Assosiasi Kebangkitan Pemuda Sumatera) saat mengunjungi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, Rabu (30/8/2017).
“Berbagai upaya telah dilakukan guna mendapatkan bantuan sampai mendatangi beberapa perusahaan, namun hingga kini hasilnya tetap nihil,” ujar Ilham Afandi mahasiswa Fernstudium Jerman.
Para mahasiswa Kabupaten Kampar ini mempunyai prestasi dan kemauan yang tinggi untuk memajukan pendidikan di Kampar, namun mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Melalui media ini, semoga dapat mengetuk hati para donatur yang peduli dengan dunia pendidikan untuk kemajuan Kabupaten Kampar, ucap Ziko Adil Fajri mahasiswa yang menuntut ilmu di negara Mesir.
“Jika lulus nanti, kami siap mengabdi untuk kemajuan Kabupaten Kampar,” ujarnya.
Adapun ke-42 orang mahasiswa itu yakni, 2 orang mahasiswa menempuh jenjang pendidikan di negara Jerman, 21 orang di negara Mesir, 8 orang di negara Sudan, 5 orang di Negara Turki, 3 orang di Saudi Arabia, 1 orang di Negara Maroko, 1 orang di Negara Yaman dan 1 Orang di Negara Tunisia, ungkap Ziko.
Dikatakan, waktu keberangkatan para mahasiswa ke negara Timur Tengah dan Eropa bervariasi, dimulai pada 29 Agustus hingga 10 Oktober 2017.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, M Yasir menyampaikan, bahwa pemerintah Kabupaten Kampar sebetulnya sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Apalagi terhadap para mahasiswa Kabupaten Kampar yang mau berkontribusi membangun Kabupaten Kampar.
Namun, untuk memberikan bantuan kepada sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan dan mahasiswa merupakan kewenangan dinas pendidikan Propinsi Riau sesuai UU Nomor 23 tahun 2014.
Jadi kita hanya bisa mengarahkan agar para mahasiswa yang menempuh pendidikan di negera Timur Tengan dan Eropa untuk mencari peluang di Propinsi Riau, ucapnya.
“Kabupaten sudah tidak dapat lagi mengambil kebijakan untuk membantu mereka, sebaiknya cari peluang ke Propinsi,” ujar Yasir menganjurkan. (Syailan yusuf).