Sunday , April 14 2024
Home / Daerah / ROKAN HILIR / Gelper Ditutup, Puluhan Karyawan Datangi Mapolsek Bangko

Gelper Ditutup, Puluhan Karyawan Datangi Mapolsek Bangko

ROHIL, BerkasRiau – Puluhan karyawan Gelanggang Permainan (Gelper) yang ada di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau datangi Mapolsek Bangko, Senin (14/8/17) siang. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kepada pihak kepolisian mengapa Gelper ditutup.

Salah satu karyawan gelper, inisial Yen menyebutkan akibat penutupan tempat kerja mereka tersebut hingga kemarin para karyawan belum menerima upah/gaji.

“Kami tak ada kerja lain bang, jadi kami berharap betul agar Gelper itu dibuka kembali. Masalah gaji bang, sampai sekarang belum dibayar. Itu imbas dari ditutupnya tempat itu,” kata dia.

Kapolsek Bangko, Kompol Agung Triadi, Sik mengatakan pihaknya tidak berkompenten terkait izin usaha. Namun, sejauh ini pihaknya mengaku kebijakan menutup tempat tersebut bukan dari pihak kepolisian.

“Kedatangan mereka hanya mempertanyakan, kenapa Polsek Bangko menutup tempat permainan itu. Perlu diketahui bahwa ditutupnya game bukan dari kami, Melainkan dari Pemda,” terang Kapolsek

Tambahnya, usaha tempat hiburan keluarga yang kerap disebut game itu sudah mendapat surat peringatan dari pihak pemerintah setempat. Pasalnya, sering diisukan menyalahi aturan terkait hal itu, pihak Polsek Bangko belum menemukan indikasi judi pada tempat permainan game seperti yang disebut-sebut.

Sealin itu, Wandi salah satu pengurus tempat usaha gelper di Bagansiapiapi, dirinya menyebutkan pihaknya selama ini menjalankan usaha sesuai prosedur. Artinya mereka telah bayar pajak pada dinas pendapatan.

“Kami dah bayar pajak, pajak bulanan dan tahunan, ini kan sudah berjalan lama, sudah tahunan. Di tempat lain masih buka kenapa di tempat kami disuruh tutup,” kata Wandi.

Wandi juga menyatakan sikap heran kepada pihak pemerintah, bahwa tak pernah mereka para pengusaha diundang duduk bersama untuk memberikan informasi terkait seakan tak ada solusi untuk jalan baik ke depan.

“Harapan kita pihak pemda ajak kami duduk bersama cari jalan keluar. Kalau ini ditutup tentunya banyak yang dirugikan terutama karyawan yang betul-betul bergantung hidup,” tandasnya. (ton).

print