Friday , April 19 2024
Home / Hukrim / Diduga Serobot lahan Warga, Oknum PNS di Provinsi Riau diPerdatakan

Diduga Serobot lahan Warga, Oknum PNS di Provinsi Riau diPerdatakan

BANGKINANG, BerkasRiau.com – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di dinas perikanan Provinsi Riau, Zalfiardi di guggat ke ranah hukum perdata, karena diduga sudah menyerobot lahan Parlindung Harahap seluas 1 kapling di Dusun Simpang Kare, Desa Padang Butung, Kecamatan Kampar.

Gugatan Parlindung Harahap dan Abdul Sani mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, Rabu, (2/8/2017). Yang dipimpin hakim Nurafni yang beranggotakan Ferdi Fermadi dan Ira Rosalin
Menurut keterangan Parlindungan ketika berbincang dengan wartawan di kawasan PN Bangkinang, ia menyebutkan kejadian itu diketahinya semenjak tahun 2014, namun pada awalnya pelaku sudah menyerobot lahan semenjak tahun 2009.
Menurutnya, lahan plasma yang disediakan oleh pemerintah satu kapling untuk satu KK itu sudah ditanami sawit sekitar 260 batang. Dan untuk merawat tanah tersebut ia menguasakan kepada Sarmi untuk menjaganya.
“Secara tertulis memang saya tidak pernah memberikan kuasa kepadanya, tapi secara lisan ada,” tuturnya.
Ia menjelaskan, Sarmi sudah bekerja semenjak tahun 2003 sampai 2009 . Karena sudaah dikuasai, Sarmi memberitahukan kepada dirinya bahwa Zalfiardi mengambil lahannya.

“Dia memang memiliki tanah satu kapling tapi di kelompok 3, tahap 1 KUD Tunas Harapan Alan panjang, dan surat itu dibawa ketanah pak Parhab, dan sertifikat itu direkayasa oleh pelaku,” jelasnya.

Sementara itu, manager KUD Tunas Harapan H. Tamrin Jamil juga mengakui tidak pernah memberikan lahan tersebut kepada tergugat. Dan dirinya juga mengetahui semenjak tahun 2003.
“Yang lebih anehnya, lahan saya seluas 27 hektar juga diserobot oleh Zalfiardi, dan itu juga akan saya gugat ke pengadilan,” akuinya.
Tamrin Jamil juga mengakui bahwa pihak KUD sudah pernah memediasinya dan disidangkan dilapangan yang dihadiri oleh kedua belah pihak, pemerintah dari kecamatan dan warga setempat. Namun juga belum menemukan solusi.
Namun pernyataan tersebut dimentahkan oleh Zalfiardi, ketika dihubungi Rabu sore ia mengakui lahan tersebut miliknya, dengan adanya sertifikat maka dirinya mengakui lahan itu adalah lahan dirinya.
“Soal dimata letak lahan itu sya tidak tahu, yang penting lahan itu adalah lahan saya, karena dari awal sertifikatnya sudah ada,” tandasnya. (def)
print