Sunday , April 14 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Besok, Bupati Kampar Canangkan Pengolahan TanahPesawahan MenggunakanMekaniame Pertanian

Besok, Bupati Kampar Canangkan Pengolahan TanahPesawahan MenggunakanMekaniame Pertanian

KAMPAR, BerkasRiau.com – Besok, Bupati Kampar H. Azis Zainal akan melakukan kegiatan pencanangan pengolahan tanah persawahan dengan menggunakan mekanisme pertanian. Hal itu diharapkan agar hasil produksi petani meningkat.
Salah satu upaya percepatan pengolahan lahan dan peningkatan hasil produksi dengan menggunakan mekanisasi pertanian dengan menggunakan handtractor, kata kepala dinas pertanian Kampar, Hendri Dunan, Selasa (25/7/2017) saat meninjau lokasi kegiatan di desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar.
Dikatakan, pada tahun 2016, dinas pertanian Kampar mendapat bantuan 2 unit handtractor dari kementerian pertanian dan pada tahun 2017 kita mendapat bantuan lagi sebanyak 5 unit.
Jika mekanisasi pertanian ini dapat terlaksana dengan baik, selain efisiensi tenaga dan pengiritan anggaran pengeluaran petani dalam pengolahan tanah dan para petani juga dapat menanam padi 2 kali setahun. Dengan demikian, taraf hidup para petani dapat lebih meningkat, ungkap Dunan.
Lebih jauh Dunan mengatakan, luas areal persawahan di Kampar saat ini sekitar 6485 hektar, jika para petani bisa melakukan penanaman padi 2 kali setahun dengan produksi 6 ton perhektar, kabupaten Kampar setiap tahunnya dapat memproduksi beras sebanyak 77.820 ton beras. Dan Kabupaten Kampar bisa swasembada pangan tahun 2019, ujarnya.
Saat ditanya mengenai sulitnya para petani mendapatkan sumber air guna menairi persawahan mereka karena bermasalah pada saluran irigasi, Dunan menyampaikan, agar para kelompok tani membuat program usulan pipanisasi yang disampaikan kepada dinas pertanian kampar. “Insya Allah, kita akan perjuangkan hal tersebut,” Ujarnya.
Sementara itu, petugas penyuluh pertanian (PPL) desa Pulau Tinggi kecamatan Kampar, Arianto menyampaikan, bahwa areal persawahan desa Pulau Tinggi kurang lebih seluas 162 hektar yang diolah oleh 6 kelompok tani.
Adapun keluhan petani saat ini yaitu kesulitan dalam mendapatkan air guna mengairi areal persawahan. Saat ini, para petani hanya dapat menanam padi sekali dalam setahun dan untuk mengairi areal persawahan mereka hanya mengharapkan turunnya hujan, katanya. (Syailan Yusuf)
print