Tuesday , July 16 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Bupati: Jangan Beli Baju Lebaran di Pekanbaru, di Bangkinang Saja

Bupati: Jangan Beli Baju Lebaran di Pekanbaru, di Bangkinang Saja

KAMPAR, BerkasRiau.com – Bupati Kampar Azis Zaenal mengajak masyarakat untuk tidak berbelanja ke luar Kampar. Salah satunya belanja pakaian lebaran, cukup dibeli di Bangkinang saja. Hal ini diyakini akan mampu meningkatkan perekonomian Kampar.

“Jangan belanja ke luar daerah. Beli baju lebaran, beli di daerah kita saja. Jangan ke Pekanbaru juga lagi. Kalau bisa, bagaimana cara kita membawa orang luar berbelanja ke tempat kita. Ini untuk minum kopi saja, ke Pekanbaru juga,” kata Azis di hadapan ratusan masyarakat Kuok, Rabu (8/6).

Menurutnya, jika masyarakat lebih mengutamakan untuk berbelanja di dalam daerah, maka ini akan memberikan keuntungan bagi masyarakat Kampar. Sebab, perputaran uang akan banyak di Kampar.

“Kalau banyak perputaran uang di dalam, maka daerah kita maju. Perekonomian akan lancar. Masyarakat kita jadi makmur. Kompak kita satu tahun tidak belanja ke luar, saya yakin kita akan maju,” katanya.

Tapi sebaliknya kata Azis, jika masyarakat lebih dominan berbelanja di luar Kampar, maka perkembangan daerah akan lamban. “Ini adalah rumus ekonomi. Kalau warga suatu daerah hanya menghabiskan uang di luar daerah, maka daerahnya akan miskin,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk menarik para pembeli, dia mengimbau para pedagang untuk meningkatkan kualitas dagangan. Selain itu, perlu juga untuk memperbaiki layanan kepada konsumen. “Kita buat, apa yang bisa menarik perhatian konsumen,” kata Azis.

Sebab katanya, bisnis akan berjalan dengan baik, jika pengusaha bisa melayani konsumen dengan baik, dan bisa memasarkan produk. “Kalau pengusaha tidak bisa pasarkan produk, tidak bisa layani konsumen, maka akan hancur,” sebutnya.

Azis juga menyindir kebiasaan masyarakat di Kampar yang suka tawar-menawar saat berbelanja di pasar tradisional. Tapi berbeda ketika masyarakat Kampar berbelanja di mall, yang harga produk sudah dipatok dan tak bisa ditawar lagi.

“Kalau di Pekanbaru, kita beli barang yang tidak bisa ditawar, walaupun harganya mahal, kita mau juga membelinya. Tapi kalau di pasar, harga barang sudah murah, penjualnya juga pedagang kecil, juga kita tawar semurah-murahnya. Jangan biasakan lagi tawar menawar ini. Jangan terlalu pelit kepada orang kampung sendiri. Kita ubah ini,” ajak Azis.

Dia mengakui, saat ini Kabupaten Kampar memiliki banyak potensi daerah. Pariwisata salah satunya. Di Kampar, ada ratusan air terjun. Tapi, belum terjamah, bahkan belum diketahui oleh masyarakat. Maka, ini perlu dikelola dan dipromosikan.(def)

print