Saturday , April 13 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Masyarakat Kampar Lawan Perintah Pj Bupati

Masyarakat Kampar Lawan Perintah Pj Bupati

BANGKINANG, BerkasRiau.com – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Penjabat Bupati Kampar pada beberapa hari lalu terkait perintah menyuruh masyarakat tertib membayar tagihan listrik mendapat perlawanan dari masyarakat Kampar.

Perlawan yang ditunjukkan masyarakat dengan adanya surat tersebut adalah dengan cara menolak keluarnya surat edaran dari pemerintah Kampar. Hal itu dikesalkan oleh Akmal, salah seorang warga Desa Ganting Damai, dirinya mengaku tidak terima dan tidak dan menolak surat yang turun ke desa-desa tersebut.

“Kami tidak terima dengan ini semua, kami rasa ini hal yang konyol yang di inginkan PLN, sementara pelayanan listrik yang sangat minim tiap saat kami dapatkan, maka kami menolak ketentuan dari pihak PLN, seharusnya PLN juga harus memberikan listrik yang seimbang juga di desa kami, ini tidak sesuai dengan yang kami dapatkan” ujar Akmal, Kamis,(13/04/2017)

Sekedar diketahui, edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah Kampar yang berbunyi, masyarakat harus tertib dalam pembayaran listrik dan tidak boleh lewat dari tanggal yang telah ditetapkan sebelum tanggal 20 setiap bulannya.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan, Dimana pembayaran akan berpengaruh terhadap Pendapatan Pajak penerangan jalan (PPJU) yang merupakan salah satu sumber PAD kabupaten kampar melalui PLN.

Bagi pelanggan yang belum melunasi tagihan rekening listriknya sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan, maka pihak PLN akan melaksanakan pemutusan sementara aliran listrik dipersil pelanggan (copot kwh meter) dan apabila pelanggan telah melunasi tagihan rekening listrik beserta tunggakannya maka pihak PLN akan memasang kembali dengan kwh meter prabayar ( pelanggan diimigrasikan dari kwh meter pasca bayar menjadi prabayar).

Melihat surat edaran tersebut, sebut Akmal pelanggan PLN meradang, listrik yang ada di dusun-dusun di desan nya masih ada rumah warga yang sering mati karena daya tidak sesuai dengan kebutuhan keseharian mereka

“Di dusun terpencil yang ada di desa kami masih banyak rumah yang listriknya sering mati, kalau listrik saja yang maksimal sesuai dengan kebutuhan kami tidak bisa didapetkan, untuk apa kami membayar sesuai dengan ketentuan PLN ?”.tandasnya dengan lirik emosi.

Reporter : Dika

Editor : Defrizal

print