Sunday , April 14 2024
Home / Hukrim / Pertanyakan Hasil Laboratorium, Nuraidin Meradang Seperti Cacing Kepanasan

Pertanyakan Hasil Laboratorium, Nuraidin Meradang Seperti Cacing Kepanasan

TAPUNG HULU, BerkasRiau.com – Kepala Puskesmas (Kapus) Tapung Hulu, Nuraidin meradang saat awak media kembali menanyakan hasil laboratorium sample muntah 42 warga Desa Sukaramai yang diduga korban keracunan makanan usai makan bersama setelah melakukan kebaktian keagamaan di rumah salah seorang jemaat GBIS Sukaramai, Kecamtan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, pada Rabu (15/2/17) lalu.

Nuraidin ketika dikonfirmasi ulang BerkasRiau.com terkait persoalan tersebut, dirinya mala seperti cacing kepanasan, bukannya melakukan intropeksi diri malah membentak wartawan.

“Seharusnya kalian tidak memberitakan kejadian ini,” kata Nuraidin dalam tepon dengan nada keras.

Sekedar diketahui, pada pemberitaan sebelumnya, 42 orang warga Desa Sukaramai diduga keracunan makanan setelah makan Lontong pecel yang dipesan dari sebuah warung yang ada di Pasar Sukaramai sebanyak 100 bungkus.

Setelah menyantap makanan itu, warga mengeluhkan pusing dan muntah-muntah akhirnya dilarikan ke Puskesmas Tapung Hulu.

Atas kejadian tersebut, personil Polsek Tapung Hulu turun ke puskesmas dan mendata para korban. Sisa makanan juga sudah di serahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan tes laboratorium.

Namun warga kesal tidak ada tindakan khusus dari pihak puskesmas, cuma sekedar di berikan pelayanan ruangan, imfus dan obat-obatan, tidak ada dilakukan pemeriksaan terhadap muntah dari para pasien atau mengambil sample air seni atau darah pasien untuk dilakukan tes labor.

Kondisi pasien semakin parah,  muntah-muntah dan mengalami panas dibagian kepala belakang/saraf, BAB berulang-ulang. Akhirnya para korban memilih untuk menjalani perawatan di rumah masing-masing.

Swardi Rambe, pendeta GBIS yang juga salah satu korban,  saat ditemui BerkasRiau.com, Sabtu (18/2/17) di kediamannya mengatakan sampai hari ini warga yang mengalami keracunan masih dalam perawatan di rumah masing-masing dan kondisinya semakin hari semakin parah dan sebagian korban ada yang diopname.

Pantauan BerkasRiau.com, kedua anak dan istri Rambe masih terkulai lemas di ranjang menjalani perawatan.

Dokter puskesmas Tapung Hulu yang menangani warga dugaan keracunan makanan, Try Indriani, via seluler membenarkan adanya warga beramai-ramai menjalani perawatan medis ke puskesmas dengan kondisi keluhan yang sama, muntah muntah dan selalu buang air besar.

Dijelaskan Try, pihak nya sudah mengambil sample muntah korban untuk dilakukan tes laboratorium dan sample telah di antarkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Jumat (17/2/17) pagi.

“Jumlah pasien yang terdaftar di buku pasien 21 orang. Pasien lainnya tidak masuk daftar sebab tidak menjalani rawat inap,” ujar Sri Nurmalina.

Keluarga korban Lundu Nababan, mengatakan 4 orang korban saat ini dalam kondisi memprihatinkan karena korban tersebut sampai mengeluarkan darah segar setiap kali buang air besar dan terjadi berulang-ulang setiap hari.

Keempat korban adalah Maruba Sitorus, Megawati Br Siagian, OP. Solamita, dan Mama Rian (nama panggilan).

“Kita sudah laporkan hal ini ke Polsek Tapung Hulu, Jumat (17/2/17), namun belum diberikan bukti laporan / STPL,” ujar L Nababan.

Kapolsek Tapung Hulu, AKP Irnanda Oktora, SIk. MIk, via seluler mengatakan pihak nya sudah melakukan langkah awal menanggapi laporan masyarakat, yaitu turun ke puskesmas dan melakukan olah TKP dan pendataan.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan Puskesmas terkait tes laboratorium sisa makan ataupun cairan dan darah korban,” tandas Irnanda. (anar).

Editor: Defrizal

print