Saturday , April 13 2024
Home / Politik / Ribuan Masyarakat Tapung Hulu dari Berbagai Etnis Dukung Azis-Catur

Ribuan Masyarakat Tapung Hulu dari Berbagai Etnis Dukung Azis-Catur

TAPUNG HULU, BerkasRiau.com – Kampanye Azis-Catur di lapangan pemuda Desa Bukit Kemuning Kecamatan Tapung Hulu dipadati masyarakat dari berbagai etnis suku yang ada di Tapung Hulu, Sabtu (21/1).

Berdasarkan pantauan BerkasRiau.com di lapangan, tampak sekitar 2000 warga di lokasi acara. Mereka dengan ikhlas dan sabar berpanas-panasan menghadiri kampanye calon pasangan nomot urut 3, Aziz-Catur.

Sambutan antusias dan gembira dari masyarakat terdengar saat pasangan calon ini sampai di lokasi acara yang di dampingi oleh Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri yang langsung disambut oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda yang diiringin musik tradisional suku jawa,  jarang kepang.

Didalam orasi politiknya, pasangan Azis-Catur dalam mimpim Kabupaten Kampar akan menghilangkan pengkotak-kotakan dan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat Kampar, tanpa memandang suku, ras dan agama.

Dalam acara tersebut, tokoh masyarakat Desa Bukit Kemuning, Gindo Sirait dalam sambutannya mengatakan didasari hati yang ikhlas akan berjuang mengajak masyarakat Tapung Hulu untuk memenangkan pasangan nomor urut 3 Aziz-Catur.

“Saya dari persukuan Tapanuli (Batak) memilih pasangan Azis-Catur dan saya mengajak warga Desa Bukit Kemuning dan desa-desa tetangga yang merupakan keluarga, sahabat dari suku batak, jawa, melayu untuk ikut secara bersama-sama mendukung dan memilih Azis-Catur di dalam bilik suara nanti,” ungkap Sirat dengan penuh semangat.

Ditambahkan Gindo Sirat, “Saya saja orang batak memilih Azis-Catur bah, kalian pun juga, kalau gak pilih Azis-Catur gak baguslah itu,” kata sirait dengan logat batak ala Medan.

Selain itu Sirait juga mengatakan, sada so sada dua so dua sude akka lua, artinya satu diantara dua semua tidak terpilih, sebab dari 5 pasangan Cabup-Cawabup ada satu pasangan yang memakai wakil dari suku batak namun pilihan tetap Azis-Catur.

“Batak satu tapi banyak, ada batak toba, ada batak karo, batak simalungun, batak tapsel, batak pak-pak, batak jawa/jawa batak, bahkan batak melayu/melayu batak,” ujar Sirait.

Dalam sambutannya, Sirait juga menyampikan pantun, “kampak bukan sembarang kampak, kampak dipakai membelah kayu, batak bukan sembarang batak, batakpun banyak orang melayu”. (Anar Nainggolan).

Editor: Defrizal

print