Friday , June 14 2024
Home / Politik / Martunus Rahmad Dituding Alfisyahri Happy-happy ke Jakarta
Alfisyahri dan Martunus Rahmad

Martunus Rahmad Dituding Alfisyahri Happy-happy ke Jakarta

BANGKINANG (BerkasRiau.com) – Kekesalan bakal calon kepala daerah melalui jalur independen ini terus menguak, di tengah-tengah rapat pleno rekafitulasi perbaikan dukungan bakal calon bupati dan wakil bupati Kampar dari jalur persorangan di aula KPU Kampar, Jumat (21/10/2016) siang, spontan Alfisyahri menuding ketua Panwas Pemilukada Kampar pergi happy-happy ke Jakarta.

“Selamat kepada adinda kami Martunus yang baru pulang dari Jakarta pergi happy-happy, sementara kami mati-matian melengkapi persyaratan pencalonan kami ini,” tutur Alfisyahri di podium KPU Kampar.

Karena kesal, Alfisyahri menolak hasil pleno KPU Kampar dan ia meminta untuk membatalkan hasil verifikasi faktual yang dilakukan oleh Panwas.

“Karena di Desa Kualu Kecamatan Tambang tidak dapat diselenggarakan verifikasi faktual, karena tidak tersedianya waktu yang cukup oleh PPS untuk melakukan verifikasi faktual, secara penuh sesuai dengan kesiapan tim penghubung kami dalam mengumpulkan pendukung. Mengingat desa kualu dijadikan salah satu basis dukungan kami dengan perolehan dukungan lebih kurang 3000,” katanya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, mengingat jumlah dukungan yang cukup besar, namun waktu untuk verifikasi yang disediakan hanya maksimal 6 hari, maka tim penghubung melakukan pengumpulan tiga gelombang.

“Gelombang 1 pagi sampai masuk waktu zuhur, gelombang ke 2 siang sampai malam masuk waktu magrib, dan yang ke 3 selesai sholat isya sampai pukul 23.30 WIB,” terangnya.

Namun tudingan itu lansung dibantah oleh ketua Panwas Pilkada Kampar, Martunus Rahmad dengan mengatakan, dirinya pergi ke Jakarta bukan untuk happy-happy, tetapi keluar daerah untuk menjalankan tugas Negara selaku pejabat Pengawas pemilu.

“Ini perlu saya klarifikasi agar tidak salah paham, saya ke Jakarta bukan happy-happy, tapi saya ke Jakarta melakukan bimbingan teknis (Bintek). Pada saat bapak Alfisyahri menelpon saya, waktu itu saya sedang mendengarkan pemateri dari Prof dan tidak mungkin saya mengangkat telepon beliau,” bantah lelaki yang akrab disapa dengan Ontu Tunus tersebut. (def)

print