Friday , September 17 2021
Home / Daerah / ROKAN HILIR / Kapolres Rohil Bantah Pengusiran Pemuka Agama Saat Jenguk Tahanan

Kapolres Rohil Bantah Pengusiran Pemuka Agama Saat Jenguk Tahanan

ROHIL,BerkasRiau.com – Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK membantah adanya informasi mengenai pengusiran pemuka agama dan seorang pendeta dari Gereja Kecamatan Pujud. Saat menjenguk kerabatnya ke Mapolres Rokan Hilir, pada hari ini Jumat, (10/9/2021) sekira pukul 12.30 WIB.

“Sekali lagi dijelaskan, tidak ada bahasa pengusiran dilakukan kepada anggotanya, hanya saja bahasa penjelasan terkait larangan menjenguk dimassa pandemi COVID19,” terang dia.

Kapolres Nurhadi menuturkan apalagi Polres Rokan Hilir melakukan lock down di sel tahanan karena ada dua orang tahanan terkontaminasi positif COVID.

“Jadi tidak ada pengusiran,” kata Nurhadi dalam keterangan resminya, Jumat(10/9).

Menurutnya kedatangan pemuka agama dan pendeta dari kecamatan pujud diterima diruang piket penjagaan dan direspon dengan baik.

“Sampai sampai ada bahasa dari salah satu penjenguk kepada penjaga piket, “Ya sudah kalau memang sudah aturan begitu, kami nitip makanan saja” sebut dia menirukan penjenguk.

Namun demi tegaknya kebenaran, lanjut Nurhadi, kita coba periksa anggota penjagaan hari ini, apakah ada berkata kasar dan bahasa pengusiran terhadap orang atau pendeta, dan juga Provos Rokan Hilir juga akan diperintahkan untuk klarifikasi ke pendeta tersebut.

“Saya kira itu cenderung berita yang tidak benar karena tidak ada klarifikasi apapun dari pihak Polres Rokan Hilir dan cenderung tendensius, seharusnya pihak media yang menerbitkan pemberitaan itu harus berimbanglah,” ujarnya.

Selanjutnya Kapolres mengatakan terkait pemberitaan jangan berpihak kepada nara sumber itu hanya opini melainkan tidak ada jawaban dari pihak Polres.

“Bijaklah dalam membuat hasil karya jurnalistik sesuai UU Pers dan jangan sampai merugikan pihak pihak tertentu,” harap Nurhadi.

Untuk diketahui, sel tahanan Polres Rokan Hilir juga memiliki aturan dan jadwal untuk keluarga para tahanan dan masyarakat yang ingin membesuk, selama dua kali dalam seminggu.

“Besuk tahanan hanya diberikan pada hari Selasa dan Kamis, mulai pukul 08.00 -15.00 WIB,” sebut dia.

“Jadi dimasa pandemi COVID19 ini, keluarga para tahanan dan masyarakat tidak boleh menjenguk hanya boleh menitip makanan dan pakaian dipiket penjagaan, terkecuali pakai media online seperti izin video call dipenjagaan dan di tahanan menerima melalui video call hp yang telah disiapkan,” katanya.

Bantahan ini pasca diberitakan dimedia sosia pada Jum’at, 10 September 2021 – 13:38:12 WIB terkait represif dan kesewenang wenangan oknum aparat penegak Hukum di Mapolres Rokan Hilir Riau.

“Tak juga berhenti yang isi pemberitaan Hari ini, Jum’at (10/9/2021) sekira pukul 12.30 WIB, beberapa pemuka agama, termasuk pendeta dari Gereja di Kecamatan Pujud hadir menjenguk Rudianto Sianturi,” tambah Kapolres.

Kehadiran mereka justru disambut dengan sikap yang tidak baik dan sama sekali penuh dengan kebencian. Infonya, petugas piket di Polres Rohil Riau tak memberikan izin kepada siapapun yang menjenguk Rudianto Sianturi, termasuk pemuka agama dari Gereja yang berlokasi di Kecamatan Pujud, Rohil, Riau tersebut.(hms)

print

Check Also

Bupati Rohil Hadiri Rapat Terkait Tahapan Pengelolaan Blok Rokan

ROHIL,BerkasRiau.com – Bupati Rokan Hilir (Rohil), Riau Afrizal Sintong menghadiri rapat terkait tahapan pengelolaan Blok …