ROHIL–BerkasRiau.com — Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di Kantor Camat Batu Hampar, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bantaian Hilir, Kecamatan Batu Hampar. Kegiatan diikuti sebanyak 67 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, Puskesmas, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat.
Tim penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benyy P. Nadeak, S.E., M.A., bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Turut hadir Camat Batu Hampar Wawan Kurniawan, S.STP., M.Si., Wadanramil 0321-01/Bangko Kapten Cba. (K) Karnilawati, Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H., Danposal Bagansiapiapi Kapten Laut (P) Edufree Hutabarat, Kapuskesmas Batu Hampar Bd. Kasmenita, S.Tr.Keb., serta para lurah, datuk dan datin penghulu se-Kecamatan Batu Hampar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, sambutan, pengecekan personel dan peralatan pemadam Karhutla, foto bersama, serta dilanjutkan dengan penyuluhan dan sosialisasi.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Tim Penyuluhan Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan lintas matra yang melibatkan berbagai unsur terkait.
Menurutnya, pengecekan dan pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan situasi Karhutla secara nyata. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Pengecekan dan pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan guna mengetahui kondisi serta perkembangan situasi secara nyata,” ujarnya.
Kolonel Elektronika (Lek) Aris menjelaskan, kegiatan tersebut telah berjalan kurang lebih tiga minggu dan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Hasil pelaksanaan nantinya akan dituangkan dalam laporan untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, antara lain faktor jarak, ketersediaan kendaraan, peralatan pemadam, serta dukungan anggaran. Karena itu, diperlukan dukungan teknologi dan sarana prasarana yang memadai agar upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Camat Batu Hampar Wawan Kurniawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Penyuluhan TNI, TNI-Polri, para penghulu, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Ia mengatakan, Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian, pendidikan, serta menurunkan kualitas udara.
“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kerja sama antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Camat juga berharap penyuluhan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla.
Dalam materi penyuluhan, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto menjelaskan bahwa TNI terus berkomitmen membantu masyarakat dan melindungi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kolonel Mar. M. Asrof menyampaikan bahwa penanganan bencana, termasuk Karhutla, merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang terdampak bencana.
Dijelaskannya, Karhutla dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi lahan yang kering, perubahan cuaca dan lingkungan, serta aktivitas manusia. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan kesadaran masyarakat dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah juga melakukan berbagai upaya, antara lain pemetaan wilayah rawan bencana dan modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi hujan sebagai bagian dari penanggulangan Karhutla.
Selain itu, sinergi TNI dan Polri terus dilakukan melalui patroli di desa-desa untuk mencegah dan mendeteksi secara dini potensi Karhutla. Pemantauan juga didukung pemanfaatan teknologi drone dan perangkat pendeteksi panas untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses secara langsung.
“Para Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar terus aktif bergerak dan melaksanakan pemantauan serta upaya pencegahan guna mewujudkan wilayah yang bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Danramil dan Kapolsek juga diminta terus memantau serta melaporkan perkembangan situasi Karhutla berdasarkan informasi dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai pelaksana di lapangan.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut berakhir sekitar pukul 12.10 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
Kehadiran Tim Mabes TNI di Kecamatan Batu Hampar diharapkan dapat memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, MPA, dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan, deteksi dini, serta pencegahan Karhutla.
Selain meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, perekonomian, dan aktivitas sosial, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan koordinasi serta pemanfaatan teknologi dalam pemantauan wilayah rawan kebakaran.(ton)
BerkasRiau.com Kawal Riau Dengan Berita