Home / Daerah / ROKAN HILIR / Jika Terpilih, Riki Dermawan Bakal Perjuangkan Pemekaran Sungai Tabuan

Jika Terpilih, Riki Dermawan Bakal Perjuangkan Pemekaran Sungai Tabuan

ROHIL–BerkasRiau.com – Bakal calon Penghulu Raja Bejamu, Riki Dermawan, menyatakan akan memperjuangkan pemekaran Sungai Tabuan dari Kepenghuluan Raja Bejamu apabila mendapat amanah masyarakat.

Menurut Riki, pemekaran tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga berpotensi membuka ruang pelayanan, pembangunan, dan kesempatan kerja baru bagi masyarakat setempat.

“Kalau hari ini Raja Bejamu memiliki satu penghulu, dengan pemekaran akan ada satu penghulu lagi. Begitu juga dengan sekretaris kepenghuluan dan perangkatnya. Kalau hari ini ada lima dusun, maka akan bertambah lagi lima dusun. Begitu pula dengan RT dan RW,” kata Riki.

Ia menilai, terbentuknya pemerintahan baru juga akan membutuhkan sumber daya manusia untuk mengisi berbagai posisi tersebut.

“Tentu kita berharap yang mengisi posisi-posisi itu nantinya adalah orang-orang kita di sini, masyarakat Sungai Tabuan sendiri, tentunya sesuai dengan persyaratan dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Selain membuka peluang baru, Riki mengatakan pemekaran dapat menjadi salah satu solusi terhadap persoalan luas wilayah dan keterbatasan anggaran pembangunan.

Ia mencontohkan kondisi Raja Bejamu pada 2026. Menurut dia, keterbatasan anggaran membuat pembangunan fisik harus dilakukan secara terbatas.

“Raja Bejamu ini wilayahnya luas. Ketika anggaran terbatas, tentu kemampuan pemerintah kepenghuluan membangun juga terbatas. Tahun 2026 ini, pembangunan fisik yang bisa dilaksanakan hanya satu kegiatan. Padahal dalam kondisi anggaran normal bisa mencapai sekitar 10 kegiatan fisik dalam setahun,” katanya.

Riki menilai, apabila Sungai Tabuan dimekarkan, perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih fokus sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

“Coba kalau dimekarkan. Tentu masing-masing wilayah punya pemerintahan dan perencanaan sendiri. Pembangunan bisa lebih fokus melihat kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Karena itu, Riki menegaskan tidak memiliki alasan untuk tidak memperjuangkan pemekaran Sungai Tabuan jika nantinya mendapat amanah sebagai Penghulu Raja Bejamu.

“Tak ada alasan saya untuk tidak memperjuangkan pemekaran Sungai Tabuan dari Raja Bejamu, tentu sesuai aturan yang berlaku. Kalau memang persyaratan dan mekanismenya terpenuhi, akan kita perjuangkan,” tegasnya.

Bagi Riki, pemekaran Sungai Tabuan juga bukan semata-mata agenda pemerintahan. Ia ingin menjadi bagian dari sejarah terbentuknya kepenghuluan tersebut.

“Saya ingin menjadi pelaku sejarah nantinya. Kalau suatu hari Sungai Tabuan benar-benar menjadi kepenghuluan sendiri, tentu akan menjadi kebanggaan bagi saya. Bisa saya ceritakan kepada anak cucu bahwa saya pernah ikut berjuang dalam proses pemekaran Sungai Tabuan,” kata Riki.

Ia berharap gagasan tersebut dapat dibicarakan dan diperjuangkan bersama masyarakat dengan tetap mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Yang kita pikirkan adalah bagaimana ke depan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, dan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” pungkasnya.(ton)

print

About ar_admin