Home / Daerah / ROKAN HILIR / Ultimatum KAMPAK: Copot Kapolres Rohil atau Polri di Bawah Kemendagri, Kapolri Jadi Petani

Ultimatum KAMPAK: Copot Kapolres Rohil atau Polri di Bawah Kemendagri, Kapolri Jadi Petani

ROHIL,BerkasRiau.com – Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) layangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polres Rokan Hilir, Kamis (16/4/2026). Mereka menggeruduk Mapolres Rohil Jumat (17/4/2026) pukul 14.00 WIB dengan tuntutan tunggal: copot Kapolres Rokan Hilir.

Dalam surat bernomor 001/KAMPAK-ROHIL/IV/2026, KAMPAK menyebut ketidakkompetenan Kapolres telah menciptakan “Anarki Terstruktur”. “Polisi ada secara fisik, kantor dan personel tetap berdiri, namun fungsinya sebagai penegak hukum hilang,” tulis KAMPAK dalam rilisnya.

Mereka menuntut intervensi tegas Kapolda Riau atau Mabes Polri untuk penyegaran kepemimpinan demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Sampai Menang”, Bawa Ban dan Mobil Komando

Aksi akan dimulai dari titik kumpul di Jl. Perwira, Bagan Kota, Bangko, dengan estimasi 50 massa. Titik aksi di Mapolres Rohil. Perangkat aksi yang disiapkan: mobil komando

Koordinator lapangan aksi adalah Eka Rahayu W.P dan Fani Faratama. Surat tembusan juga dikirim ke Polda Riau, Mabes Polri, dan Komisi III DPR RI dengan tagar #DARIROKANHILIRUNTUKINDONESIA.

Ultimatum: Polri di Bawah Kemendagri

KAMPAK memberi ultimatum. Jika tuntutan mencopot Kapolres tidak dikabulkan, mereka akan menggelar aksi lanjutan bertema “Mendukung Secara Penuh Polri Berada di Bawah Kemendagri dan Kapolri Menjadi Petani”.

“Ini bentuk kekecewaan kami. Kalau Polri tak bisa benahi internal, lebih baik strukturalnya diubah,” tegas salah satu korlap dalam surat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Rokan Hilir terkait rencana aksi dan tuntutan KAMPAK. Kasat Intelkam Polres Rohil dikonfirmasi menerima surat pemberitahuan aksi tersebut namun belum memberikan tanggapan.(Cr5)

print

About ar_admin