KAMPAR, BerkasRiau.com– Bupati Kampar diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Yusri MSi membuka secara resmi Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang diadakan di Aula Taman Rekreasi Stanum Bangkinang Kota, Sabtu (21/9/19).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten I Pemerintahan Setda Kampar Ahmad Yuzar, 21 KUA se-Kabupaten Kampar, Pengurus LPTQ Kampar, Pimpinan Pondok Pesantren dan peserta Rakerda. Pembukaan ditandai dengan pengalungan tanda pengenal peserta secara simbolis.
Dikatakan Yusri, Kabupaten Kampar ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ XXXVIII tingkat Provinsi Riau yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 s/d 30 November 2019. Ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua untuk dapat melaksanakan dengan sukses, baik prestasi maupun sebagai pelaksana. Kita menargetkan Kampar sebagai juara Umum.
Sekda berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat menyukseskan kegiatan yang telah 26 tahun ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kampar dan jepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kampar untuk dapat memberikan pembinaan sehingga melahirkan qari dan qariah yang siap bersaing di level Provinsi dan Nasional.
Selain itu ia menyampaikan bahwa KUA dan tokoh agama merupakan salah satu corong dalam menciptakan kecintaan terhadap Al-qur’an maupun kehidupan keagamaan.
“Kemaslahatan ummat menjadi tanggungjawab kita semua khususnya ulama dan KUA, saya berharap agar kita dapat mengambil peran untuk Kabupaten Kampar yang agamis dan beradab,” ungkap Yusri.
Sementara itu Ketua LPTQ Kabupaten H Yurmailis Saruji, SE dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda LPTQ ini merupakan Rakerda yang pertama. Rakerda ini juga sangat strategis dalam rangka menghadapi Kampar sebagai tuan rumah MTQ Riau XXXVIII tahun 2019.
Sedangkan Ketua Panitia Rakerda Fuadi Ahmad dalam laporannya menyampaikan berdasarkan pedoman dan tata tertib bahwa Rakerda ini akan mengevaluasi pelaksanaan program selama ini dan menetapkan Program Kerja LPTQ Kabupaten Kampar dalam rangka penjabaran Visi dan Misi LPTQ.
Peserta Rakerda sebanyak 42 orang yang berasal dari KUA dari 21 Kecamatan, utusan pondok pesantren dan pengurus LPTQ Kabupaten. (Disk/Rano)