Thursday , April 3 2025
Home / Daerah / K A M P A R / Syafrudin : Perhatian Pemda Kampar Terhadap Adat Jauh Panggang Dari Api

Syafrudin : Perhatian Pemda Kampar Terhadap Adat Jauh Panggang Dari Api

Kampar, BerkasRiau.com – Syafrudin, SH, MH, kandidat Doktor Ilmu Hukum mengatakan, perhatian nyata dan konkrit Pemda Kampar terhadap budaya basiacuong masih sangat minim, masih jauh panggang dari api.

Hari Jadi Kampar tahun 2020 mottonya “Tali Bapilin Tigo”. Kala itu perlombaan budaya tradisi basiacuong juga diadakan, setelah setahun berlalu sampai hari jadi Kampar tahun 2021 “Basamo Mambolo Nagoghi” perhatian Pemda Kampar juga tidak ada, kata Dosen Fakuktas Hukum Universitas Pahlawan Tambusai Bangkinang, Jum’at (5/2/2021).

“Lihat kondisi kantor LAK, sangat memprihatinkan, insentif buat ninik mamak tidak jelas sampai sekarang. Ini menunjukkan Pemda Kampar tidak perduli dengan budaya tradisi Kampar,’ sebutnya.

Disampaikan, Pemda Kampar dalam hal ini hanya menjadikan event perlombaan ini sebagai acara seremonial belaka, hanya formalitas.

Kita jadi heran, mengapa Pemda Kampar terkesan “Palope Sosak” terhadap budaya tradisi basiacuong ini. Ketika memperingati hari jadi Kabupaten diperlombakan, tetapi penciptaan bibit regenerasi budaya ini nol perhatian.

Padahal, lanjut dia, Konstitusi kita UUD 1945 pasal 18 jelas sangat mengakui keberadaan masyarakat adat, bahkan UU otonomi daerah pun mengakui keberadaan nilai-nilai adat sebagai kearifan lokal.

“Kita sebagai pemerhati budaya Kampar sangat prihatin,” cetusnya.

Berkaca kepada daerah Sumatera Barat, betapa nilai-nilai adat sebagai kearifan lokal begitu di junjung tinggi, Perda Adat dibuat oleh mereka. Kampar bagaimana, tanyanya.

Sampai saat ini belum ada Perda Adat, Perda terkait lembaga adat desa pun belum ada. Padahal sudah di amanatkan oleh Permendagri Nomor 18 tahun 2018, jelas Syafrudin.

Lomba basiacuong telah selesai, kami peserta yang menjadi juara satu tentunya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung, anggita DPRD Kampar Syafrizal dan Said Abdullah, Camat Salo dan Kades Salo, tutup salah satu peserta basiacuong ini. (Syailan Yusuf)

print