ROHIL,BerkasRiau.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar di Kota Bagansiapiapi Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, Riau, menjadi perbincangan dan perhatian masyarakat sekitar di daerah itu.
Pasalnya, harga pertalite di tingkat pengecer melonjak drastis menjadi Rp20 ribu perliter, membuat masyarakat terkejut dan terpaksa membeli dengan harga tinggi.
Informasi yang diperoleh BEKASRIAU, Rabu (25/3/2024) hanya satu unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta di jalan Bintang yang beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.
Sementara SPBU milik Pemda sendiri yang berlokasi di jalan lintas Kecamatan batu 4 di bawah naungan BUMD PT SPRH Perseroda tidak beraktivitas.

Wakil Ketua DPRD Rohil, Maston pun menyoroti mengenai SPBU milik Pemda yang tidak beroperasi dan kenaikan harga BBM pertalite yang mencapai Rp 20 ribu perliter ditingkat pengenger. “Ini sangat menyakiti masyarakat yang hari ini ekonominya memang sudah kurang baik,” ungkapnya, Rabu.
Menurutnya, kejadian kelangkaan BBM jenis Pertalite, Solar, Pertamax khususnya di Ibukota Kabupaten Rokan Hilir tersebut, tentunya dapat membuat perekonomian menjadi mangkin tidak tumbuh jangan sampai menambah rasa ke khawatiran Masyarakat.
“Seharusnya, para Direksi PT SPRH Perseroda segera hadir dan mengambil tindakan nyata di saat terjadinya kelangkaan di tengah-tengah masyarakat yang sedang menjalani silaturahmi pada hari Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Maston.
Maston meminta PT SPRH Perseroda memanfaatkan keuangan PI untuk bertemu Pertamina dan mengaktifkan SPBU Batu 4. tegasnya, Bupati memiliki otoritas penuh bersama Direksi PT SPRH untuk membuat keputusan dan regulasi yang lebih cepat.
“Kewajiban PT SPRH Perseroda adalah memberikan solusi dengan memanfaatkan keuangan PI yang ada, yaitu dengan membuat kebijakan bertemu pihak Pertamina agar SPBU Batu 4 bisa beroperasi. Lagipula, Bupati memiliki otoritas penuh bersama jajaran Direksi PT SPRH untuk membuat keputusan dan regulasi yang lebih cepat,” kata Wakil DPRD Rohil Maston.
Maston khawatir krisis BBM ini berkelanjutan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Jangan sampai masyarakat yang sudah kesulitan ini semakin terpuruk. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan beban masyarakat,” tegasnya.
Maston berharap Pemda segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis BBM ini, terutama menghadapi Lebaran Idul Fitri. “Pemda harus hadir dan menyikapi langkah langkah untuk mengatasi krisis ini, dengan mempertimbangkan situasi geopolitik yang bisa berdampak pada harga BBM, ketersediaan pangan, dan ekonomi daerah,” tambahnya.
Hingga berita ini tayang, Direktur Pengembangan PT SPRH, Yusuf, dikonfirmasi belum memberikan tanggapan soal penutupan SPBU Batu 4 dan rencana operasional kembali. Berkasriau masih nunggu jawaban.(ton)
BerkasRiau.com Kawal Riau Dengan Berita