Pekanbaru, BerkasRiau.com – Masyarakat Kota Pekanbaru resah dengan banyaknya pungutan parkir di Kota Pekanbaru. Keresahan itu tidak dapat di pungkiri, ini disebabkan maraknya parkir di seluruh tempat yang ada di Kota Pekanbaru.
Hal itu, di utarakan oleh salah seorang warga Kota Pekanbaru, Ade (42) kepada awak media BerkasRiau.com. Kamis, (8/6/23).
“Bayangkan saja, 10 kali berhenti, sepuluh kali pula bayar parkir, satu kali berhenti dirinya merogoh kocek Rp 3000, di kali sepuluh Rp 30.000, itu baru sehari kita keluar dari rumah menggunakan kendaraan roda empat, setahun udah berapa kita keluarkan uang untuk parkir saja” kesal Ade.
Namun, ia tidak mempermasalahkan jika uang pembayaran parkir itu benar benar masuk ke pendapatan daerah atau masuk ke khas Negara, kata Ade.
“Masalahnya, juru parkir di Kota Pekanbaru ini tidak ada memegang karcis dari Dinas perhubungan sebagai bukti bahwa parkiran tersebut resmi. Hampir seluruh tempat yang ia kunjungi tidak ada satupun juru parkir mengeluarkan karcis saat di pembayaran parkir,” cetusnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh warga Kota Pekanbaru lainnya, mengeluhkan maraknya parkiran roda empat, roda dua. Anehnya lagi dimana kita berhenti disitu ada parkir, keluh warga.
“Mana berhenti, pasti ada tukang parkir, warga tersebut memberikan contoh, kita ke ATM di Kota Pekanbaru, pasti ada tukang parkir. Kita ke ATM belum tentu mengambil uang, terkadang kita hanya mengecek saldo, itupun hanya sebentar saja, tapi kita dimintai bayar parkir. Itu sangat memberatkan masyarakat,” kata warga tersebut yang tidak ingin namanya disebut.
Ia berharap kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya Dinas Perhubungan untuk menertibkan parkiran liar di Kota Pekanbaru.
“Semoga Dinas terkait dan penegak hukum membersihkan parkir-parkir liar di Kota Pekanbaru ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Yuliarso saat di konfirmasi terkait maraknya parkiran liar di Kota Pekanbaru tidak menanggapi saat di mintai keterangan.
Begitu juga dengan Kepala UPT Perparkiran Dishub Kota Pekanbaru Radinal Munandar, tidak memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (Red)