Thursday , June 13 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Setelah 42 Tahun, Rimbang Baling Kampar Kiri Hulu Segera Miliki Akses Jalan

Setelah 42 Tahun, Rimbang Baling Kampar Kiri Hulu Segera Miliki Akses Jalan

Jakarta, BerkasRiau.com – Setelah lebih kurang 42 tahun daerah yang ditempati masyarakat 9 Desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, dalam waktu dekat akan menikmati pembangunan jalur Interpretasi atau akses jalan yang menghubungkan sebanyak 9 Desa terisolir.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H Azis Zaenal, SH, MM usai pertemuan dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ir Wiratno, M,Sc di ruang rapat KLH RI Jakarta, Senin (27/8/18).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Dirut Pengelolaan dan Informasi Konservasi Alam Ir Listya Kusumawardhani, M. SC, Kepala Balai Besar KSDA Riau Subaryono, SH, M, Si, M,. Hum, Ekolog WWF Indonesia Sunarto, PhD, Asisten II Setda Kampar Ir Azwan,MM,. Kadis Pmd Febrinaldi Tridarmawan, Kepala Bapeda, Afrizal, adis Perkebunan dan Kesehatan Hewan Bustan, Kadis Lingkungan Hidup Cikroaminito, Kadis Pariwisata Ir Zulia Dharma, PU PR, Camat Kampar Kiri Hulu Tony, Kades Tanjung Belit Edry Desmi.

Jalur interpretasi yang akan dibangun menghubungkan Desa Tanjung Belit sampai dengan Desa Pangkalan Serai lebih kurang 36,06 Km dengan lebar 1,5 meter.

Dengan jalan yang menggunakan kontruksi paving blok. Nantinya juga akan dibangun jembatan besi sejumlah 70 unit, jembatan gantung 23 unit melalui persetujuan Menteri Kehutanan No. P. 85/menhut-II/2014 jo. PA. 44/MenLHK/Setjen/KUM. 1/6/2017 tentang tata cara kerjasama dan penyelenggaraan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Dalam hal ini Dirjen KSDAE akan menyampaikan surat persetujuan kerjasama kepada Balai Besar KSDAE Riau dan Bupati Kampar.

Dirjen KSDAE juga setuju dikembangkan wisata alam berbasis masyarakat di Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu kerjasama dengan pemerintah Kabupaten.

Dengan adanya akses jalan, Bupati Kampar meminta agar aparat pemerintah, swasta, perusahaan maupun masyarakat untuk tidak menebang pohon. Sebab Rimbang Baling nantinya akan menjadi detinasi wisata yang luar biasa di Kampar atau Provinsi Riau.

Pembangunan tersebut bersumber pada anggaran Dana Desa, APBD dan APBN,  tandas Azis. (rano).

print