Friday , June 14 2024
Home / Daerah / K A M P A R / 733 Orang Guru Honorer dan Tenaga Teknis K2 Kampar Minta Diangkat jadi PNS

733 Orang Guru Honorer dan Tenaga Teknis K2 Kampar Minta Diangkat jadi PNS

BANGKINANG, BerkasRiau.com – Ratusan guru honor tergabung dalam Forum honorer kategori 2 (FHK2) Kabupaten Kampar, Senin (9/4/2018) datangi kantor DPRD Kampar.

Mereka diterima Komisi II dan Komisi I DPRD Kampar di ruang Banggar gedung DPRD Kampar.

Guru honorer kategori K2 ini merupakan para guru honorer yang tercecer diusulkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Kedatangan mereka guna meminta dukungan pihak DPRD Kampar atas status mereka. Mereka minta agar dapat diangkat menjadi PNS.

“Kami telah menunggu momen ini,” ujar koordinator daerah Kampar, Rosmaniar dihadapan Ketua DPRD Kampar, anggota Komisi II, anggota komisi I DPRD Kampar dan Kadispora Kampar dan staf.

Sudah puluhan tahun mengabdi untuk negara dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. “Kami sudah menunaikan tugas, kini kami menuntut dan meminta agar kami diangkat menjadi PNS,” ujarnya.

Kami hanya meminta keadilan tentang status kami, sambung Jamal Wahdi honorer di SMPN I Tapung.

Kewajiban telah kami laksanakan, maka kami meminta hak kami. Sudah puluhan tahun dirinya menerima honor sebesar Rp 250 ribu, itupun dibayar 3 bulan sekali.

Apakah tak pantas bila kami diangkat menjadi PNS, ujarnya.

Saya mengabdi sudah sejak tahun 2003, ujar Muslim salah satu honorer yang telah berusia 55 tahun.

Dengan honor yang tidak seberapa, bagaimana anak-anak kami mengenyam pendidikan, makan sehari-hari saja ngutang sana sini, rintihnya.

Andaikan sekolah tidak digratiskan, anak kami tidak akan pernah mengenyam pendidikan.

Padahal kami juga ingin menyekolahkan anak-anak kami setingi-tingginya.

Karena, menjadi guru merupakan profesi kami, maka akan tetap dijalani hingga akhir hayat. Namun tolong dengarkan aspirasi kami, ujarnya lirih.

Kadispora Kampar, Santoso menyampaikan, bahwa guru merupakan ujung tombak pendidikan. Jika tidak ada guru kontrak dan honorer sudah dipastikan dunia pendidikan di Kabupaten Kampar akan gelabakan, terutama dipelosok.

“Kami akan selalu berusaha memperjuangkan hal ini, untuk itu kami minta agar Bapak/Ibu mengiringi dengan do’a,” ujarnya.

Dikatakan, berdasarkan data diperoleh dari badan kepegawaian daerah (BKD) Kampar, ada sebanyak 733 orang guru, tenaga teknis K2 tercecer saat pengankatan PNS waktu lalu.

Sementara itu, ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri menyampaikan, bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Permasalahn ini sudah sejak tahun 2005, saya pernah sampaikan jangan sampai ada yang tercecer diangkat menjadi PNS, ungkap Fikri.

Fikri berharap agar para guru honor K2 dapat bersabar, karena DPRD Kampar akan turut berjuang bersama ke Kemenpan RB dan Kementerian Pendidikan.

“DPRD Kampar akan mendukung dan berjuang bersama para guru honor K2 dan saya yakin dan percaya pihak Dikpora Kampar pun demikian,” ujar Fikri. (Syailan Yusuf).

print