Tuesday , July 16 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Kawasan Stanum Bak Sarang Hantu

Kawasan Stanum Bak Sarang Hantu

BANGKINANG, BerkasRiau.com – Kawasan wisata stanum yang berada di Bangkinang Kota, sempat eksis di tahun 90-an. Ramai orang berkunjung saat itu. Tapi kini, stanum mulai ditinggalkan. Bangunan-bangunan di sana, bak sarang hantu.

Pantauan Riau Pos, Selasa (18/7), terlihat sejumlah bangunan tak dihuni lagi. Cat bagian luarnya, sudah memudar. Mengelupas, bahkan sudah ada yang ditumbuhi lumut. Di halamannya, juga sudah ditumbuhi rumput. Semak belukar menutupi bangunan itu.

Bahkan, di salah satu bangunan, ada yang sudah rusak. Hampir roboh. Dinding-dindingnya, banyak coretan-coretan oleh tangan yang tak bertanggung jawab.

Di taman-tamannya, juga sudah semak. Rumput ilalang, tumbuh tinggi. Pohon-pohon pelindung, sudah ada yang mati. Ranting-rantingnya rapuh. Tumbuhan benalu, juga sudah ada yang menggerogoti pohon yang ada di sana.

Berbeda dengan kawasan kolam renangnya, yang lebih terawat. Terlihat, airnya bersih. Di sekitarnya, juga tak ada sampah yang berceceran. “Dulu, sekitar tahun 90-an, ramai yang berwisata ke sini. Dagangan kita laku,” kata Mida (37), salah seorang pedagang di lokasi itu.

Namun katanya, lokasi wisata yang merupakan milik Pemkab Kampar ini, mulai ditinggalkan. Orang-orang, tak lagi berwisata ke Stanum. “Ini karena tidak ada pembenahan di sini. Makanya orang tak mau ke sini lagi,” katanya.

Kalaupun ada yang berkunjung ke sini lanjutnya, itupun orang untuk berenang di kolam renang. “Anak-anak sekolah, ada juga ke sini untuk berenang,” sebutnya.

Senada, Dinata (25), salah seorang warga Bangkinang juga berkata sama. Menurutnya, tak ada lagi orang berkunjung ke Stanum, karena kurangnya pembenahan. Dulu sebutnya, ada arena permainan bebek-bebek di danau di sekitar lokasi itu. Tapi sekarang tak aktif lagi.

Dia juga menyebut, bangunan-bangunan yang tak terawat, sudah menyeramkan. “Ya, sudah seperti sarang hantu saja,” guraunya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kampar Azis Zaenal juga mengakui, dulu kawasan Stanum ini adalah tempat wisata yang membanggakan. Banyak orang berkunjung ke sini. “Waktu saya SMA, saya selalu berkoar-koar Stanum ini tempat wisata paling bagus,” ujarnya, Selasa (18/7) di Bangkinang.

Namun saat ini kata dia, Stanum kurang terawat. Oleh karena itu, dia ingin dilakukan pembenahan ulang terhadap Stanum. Menata ulang kawasan ini. Harapannya, bisa menghasilkan pendapatan daerah, dan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kita kembalikan ke habitatnya semula. Bagaimana kita menjayakannya kembali. Coba kalau banyak yang ke sini, berbelanja di sini, uang akan banyak pula berputar di sini,” sebutnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat untuk berekreasi di Kampar. “Stanum ini paling bagus. Letaknya dekat dengan kota, hotel ada, kolam renangnya ada, fasilitas lainnya juga ada. Tinggal kita bersama-sama agar Stanum ini bangkit,” ujar Azis.

Dia menegaskan, akan membenahi secara khusus Stanum ini. “Lihatlah, Minggu depan sudah berubah wajahnya Stanum ini. Bangunan yang rusak saya robohkan, saya cat ulang. Pokoknya kita benahi,” tegasnya.(rdl)

print