Wednesday , May 22 2024
Home / Daerah / ROKAN HILIR / Dua Dokter Mogok Kerja, DPRD Kunjungi RSUD Pratomo

Dua Dokter Mogok Kerja, DPRD Kunjungi RSUD Pratomo

ROHIL, BerkasRiau.com – Empat orang anggota DPRD dari komisi D Kabupaten Rokan Hilir melakukan pertemuan khusus dengan pihak RSUD Pratomo Bagansiapiapi, Rabu (10/5/2017), untuk membahas persoalan gaji dua dokter spesialis yang belum keluar.

Sekretaris Komisi D, Hj Suryati dalam pertemuan itu mengatakan, bahwa pertemuan pihak rumah sakit dengan dokter untuk mencarikan solusi atas persoalan yang membuat dokter bedah dan dokter Obgyn (kandungan) mogok kerja.

”Kita ingin pelayanan di RSUD bisa berjalan maksimal sesuai fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Semua pihak harus bisa saling mengerti dan tidak hanya RSUD saja yang merasa tidak diperhatikan karena semua pihak juga turut terkena imbas dari kondisi defisit keuangan di daerah,”kata Sutyati,

Dijelaskannya, dengan defisit anggaran daerah yang semakin tidak kondusif, harus bisa menjadikan dokter spesialis itu bekerja dengan baik. Apalagi mengingat ada beberapa mata anggaran belum terealisasi. Terutama dipicu adanya tunjangan bulan November -Desember yang belum keluar. Namun, itu bukan hanya menimpa kalangan tenaga kesehatan sehingga hendaknya bisa dimaklumi persoalan yang ada.

Sementara itu, Direktur RSUD Pratomo dr Tri Buana membenarkan adanya kejadian dimana dua dokter yang tak masuk. Kondisi tersebut mempengaruhi pelayanan terhadap pasien yang ingin mendapatkan penanganan.

”Kemarin pasien ke kebidanan itu terdapat sekitar 40-an orang yang tidak bisa dilayani, beliau (dokter) tak masuk begitu juga dokter bedah,” katanya

Ia mengungkapkan, kedua dokter itu tidak masuk kerja sejak sejak Senin (8/5/2017) siang, sampai Selasa (9/5/2017) kemarin. Belum diketahui apakah pada hari ini, Rabu (9/5/2017) dokter tersebut sudah masuk kembali.

Terkait kejadian itu, direktur mengatakan belum ada sanksi dan masih diberikan toleransi, ia menegaskan tetap mengupayakan ada jalan keluar atas permasalahan itu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Rohil dr Suratmin menilai kejadian itu bukan mogok, karena pelayanan tetap jalan begitu juga untuk bagian gawat darurat, Emergency.
“Kalau mogok tentu tidak buka, mudah-mudahan persoalan ini selesai secepatnya,” Cetus Suratmin.

Reporter : Anton

Editor: Defrizal

print