Friday , June 14 2024
Home / Daerah / K A M P A R / Darwis Meradang, Ancam PTPN V Tandun Dengan Masa Yang Banyak

Darwis Meradang, Ancam PTPN V Tandun Dengan Masa Yang Banyak

TAPUNGHULU, BerkasRiau.com – Darwis salh seorang kariawan PTPN V Tandun tiba-tiba meradang dan mengancam pihak perusahaan dengan massa yang banyak akan membuat kekacawan. Hal itu terjadi ketika kedatangan PUK SPTI Talang Danto ke kantor kebun PTPN V TANDUN, Senin (17/04/2017).

Dari pantauan BerkasRiau.com, persiteruan perang mulut itu terjadi ketika Darwis seorang karyawan dari perkebunan Tandun masuk ke ruangan pertemuan antara pihak SPTI dengan Perkebunan, dengan spontan lansung memotong pembicaraan kedua bela pihak.

Dengan kehadiran Darwis tersebut, suasana yang awalnya kondusif berubah menjadi perperangan mulut.

Darwis dengan arogan menyatakan kepada pihak SPTI bahwa dirinya punya massa banyak dan siap berhadapan.

“Kalian kalau mau masuk minta SPTI diterima disini, kalian harus seizin kontraktor dulu, mau apa tidak mereka, dan kalian harus tau saya punya banyak massa yang siap untuk menghadapi kalian ” kata Darwis

Dengan adegan yang mengejutkan itu, Pihak SPTI spontan terkejut dan kecewa dengan sikap Darwis yang tidak ber ertika.

Perdebatan pun terjadi, ketua PUK SPTI Suryono dan pengurus lain nya meminta Darwis untuk meralat perkataan nya yang bisa berpotensi memicu ketidak harmonisan di dalam ruangan pertemuan.

“Bapak jangan bicara seperti itu pak Darwis, jangan bapak bilang tergantung kontraktor mau atau tidak , bapak harus paham yang dipekerjakan kebun untuk muat bongkar adalah dari pihak ke tiga dan bukan internal karyawan PTPN V Tandun, jika terjadi kecelakaan kerja terhadap pekerja maka perusahaan kebun tandun lepas tangan, dan bahasa bapak bilang punya banyak massa yang siap, tolong bapak ralat, sebab bisa memicu pro dan kontra di tubuh serikat pekerja, bapak jangan arogan, ini perusahaan milik negara dan bapak pegawainya, jangan sperti preman habis gaya bapak bicara seperti itu , dan bapak tidak ikut dalam pertemuan pertama minggu lalu, kesepakatan yang ditempuh pihak kami dengan managemen juga bapak tidak tau, kok main nyeletuk saja bapak bicara arogan “kesal Suryono.

Reporter: Nanggolan

Editor: Defrizal

print