Tuesday , December 10 2019
Home / Nasional / Belum Genap Setahun, MRT Jakarta Sudah Dapat Laba Rp 60 Miliar

Belum Genap Setahun, MRT Jakarta Sudah Dapat Laba Rp 60 Miliar

Jakarta, BerkasRiau.com– PT MRT Jakarta baru beroperasi secara komersial pada Bulan April 2019. Mulanya, penumpang MRT Jakarta ditargetkan hanya 65.000 sehari. Namun, saat ini sudah mencapai 90.000 penumpang setiap harinya.

Jumlah penumpang itu tentu menambah penghasilan MRT Jakarta dari segi pembelian tiket. Selain dari tiket, MRT juga mendapatkan tambahan pemasukan dari nontiket seperti iklan sampai penamaan stasiun.

Direktur Utama MRT Jakarta William Syahbandar mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah mendapatkan pemasukan mencapai Rp 1 triliun yang membuat laba yang dihasilkan mencapai Rp 70 miliar.

“Selama 9 bulan MRT operasi yang kita keluarkan mencapai Rp 940 miliar. Jadi Rp 1 triliun pendapatan, Rp 940 miliar pengeluaran. Sehingga kita dapat laba bersih sekitar Rp 60 miliar sampai Rp 70 miliar,” kata William di Kantor MRT, Jakarta, Rabu (27/11) dilansir dari kumparan.com.

Pengeluaran yang dimaksud William digunakan seperti untuk perawatan sarana sampai biaya operasional. William mengatakan angka laba bersih itu baru perhitungan dari pihak MRT. Secara resmi MRT Jakarta masih menunggu audit terkait jumlah pendapatan di tahun 2019.

Meski begitu, William menjelaskan angka laba bersih itu berdasarkan penghitungan matang. Ia lalu membeberkan rincian dari pendapatan tiket yang angkanya total mencapai sekitar Rp 180 miliar. Angka itu dihasilkan dari jumlah penumpang sampai Bulan November sudah mencapai hampir 20 juta.

“Hari ini sampai 26 November (jumlah penumpang) sudah hampir 20 juta yang naik,” ujar William.

“Pendapatan non farebox selama 9 bulan beroperasi itu sebesar Rp 225 miliar ini yang akan kita bukukan,” ungkap William.

William mengharapkan angka pendapatan dari non tiket tersebut terus meningkat. Sebab, ia menginginkan MRT Jakarta tidak hanya bergantung pada jumlah pembelian tiket.

“Ini inovasi yang kita kerjakan di mana-mana kalau di dunia kalau mau berkelanjutan, sustainable, maka jangan hanya mengandalkan pendapatan tiket. Harus dari pendapatan nontiket juga. Ini yang kita kembangkan sekarang,” terang William.

Selain dari 2 pintu tersebut, William menuturkan pendapatan MRT masih ada pendapatan yang berasal dari subsidi Pemprov DKI mencapai Rp 560 miliar. Subsidi itu mayoritas digunakan untuk tiket para penumpang MRT. Ada juga pendapatan lainnya seperti bunga bank.

“Jadi ada 4 pendapatan MRT. Pertama tiket senilai Rp 180 miliar. Non farebox Rp 225 miliar. Ketiga PSO atau subsidi Rp 560 miliar dan pendapatan lain-lain itu seperti bunga bank sekitar Rp 4 miliar,” tutur William.

Sumber: kumparan.com

print

Check Also

Krisis Air di Perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS Bagikan Air ke Masyarakat 

Malaka, BerkasRiau.com – Musim kemarau panjang, anggota Pos Motamasin Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 132/BS, berikan …