Saturday , December 7 2019
Home / Daerah / K A M P A R / Hadiri Peresmian BPD Bandur Picak, Syahrul Aidi Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Hadiri Peresmian BPD Bandur Picak, Syahrul Aidi Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

KAMPAR, BerkasRiau.com – Syahrul Aidi Maazat Lc.MA, Anggota DPRD Kampar,, sekaligus Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 mengajak Anggota BPD Desa Bandur Picak yang baru untuk bekerja sama dengan desa dalam mengembangkan Bumdes.

Menurut Syahrul Aidi selain memberikan peluang kepada masyarakat, Bumdes juga akan membantu meningkatkan ekonomi serta mampu memanfaatkan lahan tidur.

“Kita ada satu Bumdes, pada dasarnya Bumdes ini kita bentuk sebuah klaster ekonomi. Karena kalau hanya sekedar simpan pinjam, labanya kurang. Makanya kita Bumdes harus mampu menciptakan trobosan,” ujar Syahrul Aidi, Selasa (16/7/2019).

Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam acara peresmian BPD Bandur Picak. Trobosan tersebut bertujuan untuk membangkitkan hasil Bumdes serta bisa memanfaatkan lahan tidur yang selama ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat juga peluang kerja sama masyarakat dan desa.

Tak hanya kawasan lahan tidur, Syahrul Aidi mengatakan Bumdes juga dapat mengembangkan lahan tidur menjadi nilai ekonomis. Menurutnya, pengembangan ekonomi membutuhkan kerja sama dari semua lapisan masyarakat agar berkembang dengan pesat.

“Banyak Bumdes yang hanya menerapkan sistim simpan pinjam kepada masyarakatnya,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, ia meminta BPD yang baru saling koordinasi dengan desa agar Bumdes menciptakan trobosan dengan sistim bagi hasil dengan masyarakat sehingga lahan yang ada di wilayah desa bisa untuk dijadikan lahan pengembangan pertanian. Jika produk unggulan berkaitan dengan produk pertanian, ia juga mengajak Bumdes menyediakan pasar serta menampung hasil pertanian masyarakat

Bukan hanya pasar dan biaya logistik, Syahrul Aidi juga mengajak yang akan dikembangkan harus mempunyai nilai.

“Kita kembangkan minimal 1 hektare kebun ubi racun, hasilnya secara hitungan ekonomis sangat masuk akal. Jadi enak, kalau masyarakat mau sekolahkan anaknya ke pondok pesantren tidak mikir lagi uangnya dari mana” ujarnya.

Sebagai Anggota DPRD daerah selama hampir sepuluh tahun beliau merupakan salah satu Anggota DPRD yang aktif memberikan pemahaman ditengah masyarakat tentang kebangkitan ekonomi ummat. Program bagi hasil dilakukan dengan mengembangkan satu produk unggulan tertentu dalam lahan tidur yang ada didesa, yang disesuaikan dengan karakter dan potensi pasar saat ini. (rls/rano).

print

Check Also

SHM 2800 Ha Lahan Eks PTPN V akan Diserahkan Presiden pada Pertengahan Desember Ini

Yogyakarta, BerkasRiau.com – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan eks …