Monday , October 22 2018
Home / Hukrim / Wow.. šŸ˜±, Dugaan Pungli SMPN 1 Tapung Hulu Viral Di Sosial Media.

Wow.. šŸ˜±, Dugaan Pungli SMPN 1 Tapung Hulu Viral Di Sosial Media.

TAPUNG HULU,Ā BerkasRiau.comĀ – Dugaan pungutan liar SMPN 1 Tapung Hulu, viral di sosial media. Hal itu dibuktikan melalui postingan akun facebook seorang yang diduga orang tua/wali murid, Afgan Chan (28/7/2018 red) lalu.

Berikut muatan postingannya, ” KEPADA….

IDRUS..ketua komite SMPN 1 TAPUNG HULU, DESA SUMBER SARI…pakai OTAK mu kalau bicara..tugas KOMITE adalah menjembati antara pihak sekolah dan wali murid,,bukanya menekan dan mengancam wali murid….
SMPN 1 TAPUNG HULU DESA SUMBER SARI,,tau nya uang,uang dan uang,,bukan nya kinerja yg bagusi, bukanya kredibilitas yg di tingkat kn tapi tau nya UANG….
Apalagi semenjak kepala sekolah yang baru…
Jangan jadikan Wali murid menjadi mesin uang kalian….!!!!
Mari sama sama kita VIRAL kan…
Kelakuan kepala sekolah dan ketua komite di SMPN 1 TAPUNG HULU DESA SUMBER SARI…,” kata afgan.

Sebelumnya telah diberitakan, di sejumlah media online, SMPN 1 Desa Sumber Sari, Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga melakukan tindakan pungutan terhadap orang tua peserta didik.Ā 

Diberitakan sebelumnya, SMPN 1 Tapung Hulu diduga lakukan pungutan liar (pungli).

Hal itu dikatakan orang tua peserta didik SMPN 1 Tapung Hulu (sebut saja PD), kepada sejumlah media, Senin (17/9/2018).

Menurut PD, pungutan yang dilakukan pihak sekolah telah memberatkan pihaknya selaku orang tua peserta didik.

” Saya keberatan dengan pungutan pungutan itu, orang tua murid lainnya juga tidak semua setuju pungutan itu, kami diwajibkan oleh sekolah bayar uang komite sebesarĀ 35.000Rupiah setiap bulan, juga uang iuran 1000 Rupiah per murid setiap harinya, dan uang koperasi sebesar 5000 Rupiah setiap bulan, kami orang tua murid tidak semua ekonominya bagus, bagi kami yang ekonomi lemah sangat terbebani dan keberatan dengan pungutan itu, ” ungkap nya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Prada Krisna SPd melalui wakilnya, ketika ditemua wartawan, membenarkan pungutan tersebut.

Dikatakannya, pungutan tersebut merupakan hasil rapat antara komite, orang tua peserta didik bersama Kepala sekolah dan sejumlah guru pendidik lainnya.

”Ā  Benar pak, pungutan uang komite sebesarĀ 35.000/bulan dikenakan kepada peserta didik, uang koperasi 5000 Rupiah perbulan dan iuran 1000 Rupiah dipungut setiap hari. Uang komite dikelola untuk gaji guru honor komite, namun laporan tertulis pengelolaan keuangannya tidak saya ketahui, ada orang tua murid yang tidak setuju dengan pungutan itu, namun saat diminta agar yang keberatan tunjuk tangan, pihak orang tua tidak mau tunjuk tangan, akhirnya pungutan disahkan, ” paparnya.

(*)

print

Check Also

Dihadiri Seribuan Orang, Selasa Bupati Buka Bursa Inovasi Desa Kabupaten Kampar

BANGKINANG,Ā BerkasRiau.comĀ – Kabupaten Kampar melalui Tim Inovasi kabupaten (TIK) akan menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) pada …