Thursday , November 15 2018
Home / Hukrim / SMPN 1 Tapung Hulu Diduga Lakukan Pungli, Begini Kata Wali Murid Dan Pihak Sekolah

SMPN 1 Tapung Hulu Diduga Lakukan Pungli, Begini Kata Wali Murid Dan Pihak Sekolah

TAPUNG HULU, BerkasRiau.com – Dunia pendidikan di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, kembali lahirkan keluhan warga. Pasalnya, dugaan pungutan liar kembali terjadi.

Sebelumnya , telah diberitakan di sejumlah media online, SDN 026 Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar diduga melakukan tindakan pungutan liar kepada peserta didik.

Kali ini di tingkat yang berbeda, SMPN 1 Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, diduga melakukan tindakan pungutan liar.

Hal itu dikatakan orang tua peserta didik SMPN 1 Tapung Hulu (sebut saja PD), kepada sejumlah media, Senin (17/9/2018).

Menurut PD, pungutan yang dilakukan pihak sekolah telah memberatkan pihaknya selaku orang tua peserta didik.

” Saya keberatan dengan pungutan pungutan itu, orang tua murid lainnya juga tidak semua setuju pungutan itu, kami diwajibkan oleh sekolah bayar uang komite sebesar 35.000 Rupiah setiap bulan, juga uang iuran 1000 Rupiah per murid setiap harinya, dan uang koperasi sebesar 5000 Rupiah setiap bulan. Kalau tidak dibayar, guru akan marah marah, kami orang tua murid tidak semua ekonominya bagus, bagi kami yang ekonomi lemah sangat terbebani dan keberatan dengan pungutan itu, ” ungkap nya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Prada Krisna SPd, saat ditemui wartawan guna konfirmasi, disambut oleh Wakilnya, Leni.

Wakil kepala sekolah, Leni, membenarkan pungutan tersebut.

Dikatakannya, pungutan tersebut merupakan hasil rapat antara komite, orang tua peserta didik bersama Kepala sekolah dan sejumlah guru pendidik lainnya.

Ia juga mengakui, sejumlah orang tua peserta didik tidak setuju dengan pungutan yang diberlakukan. Namun dikarekan orang tua murid tidak mengajukan keberatan secara terbuka, akhirnya pungutan tersebut dilaksanakan.

”  Benar pak, pungutan uang komite sebesar 35.000/bulan dikenakan kepada peserta didik, uang koperasi 5000 Rupiah perbulan dan iuran 1000 Rupiah dipungut setiap hari. Uang komite dikelola untuk gaji guru honor komite, namun laporan tertulis pengelolaan keuangannya tidak saya ketahui, ada orang tua murid yang tidak setuju dengan pungutan itu, namun saat diminta agar yang keberatan tunjuk tangan, pihak orang tua tidak mau tunjuk tangan, akhirnya pungutan disahkan, ” paparnya.

Menurut pihak SMPN 1 Tapung Hulu, pungutan disahkan tertuang dalam notulen rapat putusan kesepakatan antara orang tua peserta didik, komite dan Kepala Sekolah.

Notulen rapat tertulis menggunakan pensil tanpa kop surat komite maupun sekolah, serta tidak dibubuhi tanda tangan.

Publish : Redaksi (Anar Nainggolan)

print

Check Also

Kapolres Kampar Gelar Safari Sinergitas Pemilu di Kecamatan Salo

SALO, BerkasRiau.com – Rabu (14/11/2018) mulai pukul 20.00 Wib, Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira …