Tuesday , November 20 2018
Home / Nasional / Cara Melihat Hutang dengan Benar, Berikut Rasio Utang dari Zaman Soeharto hingga Jokowi

Cara Melihat Hutang dengan Benar, Berikut Rasio Utang dari Zaman Soeharto hingga Jokowi

Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah pusat periode Juli 2018 tercatat Rp 4.253,02 triliun. Rasio utang pemerintah ini berada pada level 29,75% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menyebut utang yang dimiliki pemerintah merupakan warisan dari masa lalu. Lantas, bagaimana perbandingan utang pemerintah yang dipimpin Presiden Jokowi saat ini dengan pemerintahan sebelumnya?

Bila dibandingkan dengan rasio utang di era Presiden Soeharto, rasio utang saat ini terlihat lebih terkendali. Namun sejatinya, kondisi utang di era Soeharto dan Jokowi sangat jauh berbeda.

Dari catatan detikFinance, rasio utang di era Soeharto mencapai 57,7% terhadap PDB. Pada 1998 lalu, utang pemerintah berada di kisaran Rp 551,4 triliun, sementara PDB berada di kisaran Rp 955,6 triliun.

Kemudian di era BJ Habibie, rasio utang terhadap PDB melambung tinggi. Saat itu, utang di era Habibie sekitar Rp 938,8 triliun, sementara PDB Rp 1.099 triliun. Sehingga rasio utang terhadap PDB berada di level 85,4%.

Rasio utang itu pun mulai mengalami penurunan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur. Saat itu, rasio utang pemerintah turun tipis menjadi 77,2%. Di mana utang pemerintah sebesar Rp 1.271 triliun dan PDB Rp 1.491 triliun.

Di era Presiden Megawati Soekarnoputri, rasio utang kembali mengalami penurunan. Utang saat era Megawati sebesar Rp 1.298 triliun, sementara PDB Rp 2.303 triliun. Sehingga rasio utang saat itu 56,5% terhadap PDB.

Kemudian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, nilai utang meningkat lebih dari dua kali lipat jadi sebesar Rp 2.608 triliun. Walau nilai utang meningkat dua kali libat, namun nilai PDB saat itu juga mengalami peningkatan yang lebih tinggi.

PDB di era SBY mencapai Rp 10.542 triliun atau meningkat berkali-kali lipat dibanding era sebelumnya. Dengan begitu, rasio utang juga hanya sekitar 24,7% terhadap PDB. Rasio utang itu tercatat jadi yang paling rendah hingga saat ini.

Terakhir di era Presiden Jokowi saat ini, utang pemerintah pusat periode Juli 2018 tercatat Rp 4.253,02 triliun atau tumbuh 12,51% secara year on year (yoy). Rasio utang terhadap PDB yang saat ini mencapai sekitar Rp 14.000 triliun tercatat 29,74%.

Sumber: detik.com

print

Check Also

Kabareskrim: Ditanya Banser, Pembawa Bendera Akui Bawa Bendera HTI

Jakarta – Polisi mengungkap detail kejadian pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dinyatakan sebagai bendera Hizbut Tahrir …