Saturday , June 23 2018
Home / Hukrim / Eksekusi Lahan Lahirkan Tudingan Akibat Tapal Batas, Begini Kronology Singkatnya

Eksekusi Lahan Lahirkan Tudingan Akibat Tapal Batas, Begini Kronology Singkatnya

KAMPAR, BerkasRiau.com – Sejumlah masyarakat Desa Kusau Makmur, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar,  kehilangan lahan Kebun Kelapa Sawit mereka setelah dieksekusi Pengadilan Negeri Bangkinang, Senin (9/4/2018).

Muncul tudingan warga, perkara perdata yang berujung eksekusi itu adalah buntut ketidakjelasan batas wilayah Desa.

Eksekusi terhadap 28 hektare lahan atas gugatan yang diajukan oleh Samin Sirait, seorang warga yang mengklaim kepemilikan lahan berdasarkan SKGR di Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung, tahun 1999.

Perkara itu melawan 33 warga pemilik lahan 28 hektare berdasarkan surat alas hak dari Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, tahun 1996.

Samin memenangkan gugatan yang diajukan pada 6 Oktober 2015 silam, melalui putusan PN Bangkinang tanggal 22 Oktober 2015.

Masyarakat kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Pengadilan Tinggi menguatkan putusan PN Bangkinang melalui putusan tanggal 11 Oktober 2016.

Mirin, warga yang lahannya tereksekusi, mengungkapkan, SKT lahan yang sebelumnya ia kelola diterbitkan Desa Senama Nenek sebelum pemekaran menjadi Desa Kusau Makmur.

“Rupanya lahan kami dinyatakan (dalam Putusan Pengadilan) berada di Desa Sungai Agung,” kata Mirin didampingi sejumlah masyarakat lainnya.

Anehnya, sepadan tanah warga yang tidak ikut digugat sebagian alas haknya diterbitkan Desa Senama Nenek, dan sebagian lagi Desa Kusau Makmur.

Menurut Mirin, antara Desa Sungai Agung dengan Kusau Makmur juga masih saling klaim batas wilayah. Hingga kini, sengketa batas wilayah Desa sekaligus kecamatan, Tapung dengan Tapung Hulu, belum menemui titik temu.

“Karna batas wilayah Desa dan Kecamatan belum jelas, jadi kami masyarakat jadi korban,” ujar Mirin.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Kampar dapat segera menyelesaikan sengketa batas wilayah tersebut.

Terhadap eksekusi tersebut, lanjut Mirin, masyarakat tetap tidak terima. Pihaknya akan terus melakukan perlawanan.

Sembari perlawanan masih diupayakan, masyarakat menunggu penyelesaian sengketa batas wilayah Desa dan kecamatan.

Di lokasi, eksekusi mendapat mengawalan ketat personil Kepolisian dan TNI.

Eksekusi ditandai dengan pemasangan papan plang dan pematokan batas lahan objek sengketa.

(*)

print

Check Also

Cek Kehadiran Hari Pertama Kerja, yang Bolos Kena Sanksi Tegas

BANGKINANG, BerkasRiau.com – Usai Libur Panjang Hari Raya Idul Fitri 1439H Sekda Kampar Drs Yusri M.Si mewakili Bupati …