Friday , July 20 2018
Home / Hukrim / Penyidikan Pidana Dampak Tumpahan Minyak Akan Digelar Tim KLHK, Ini Katanya

Penyidikan Pidana Dampak Tumpahan Minyak Akan Digelar Tim KLHK, Ini Katanya

JAKARTA, BerkasRiau.com – Tumpahan minyak yang mencemari teluk balikpapan, mengalami beberapa
perkembangan yang cukup besar.

Hal itu berdasarkan hasil pantauan Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (5/4/18).

Tim KLHK yang diterjunkan, Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum), Rasio Ridho Sani, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), M. Karliansyah serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, bersama General Manager dan tim Pertamina Balikpapan, sejak jam 8.30 WITA.

Dari hasil laporan yang di terima redaksi, seluruh tim yang terlibat terus memantau secara visual kondisi dampak tumpahan minyak di lokasi penanganan bencana.

Hasilnya masih terdapat sisa tumpahan minyak yang berada di sekitar perairan teluk Balikpapan.

Tumpahan tersebut tampak berkurang jika dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya, namun di beberapa titik lainnya masih ditemukan kantong-kantong minyak yang masih relatif tebal.

Tim Gakkum juga menemukan sisa-sisa tumpahan di beberapa lokasi perumahan Kampung Baru Hulu, dan Kelurahan Kampung Baru Hilir yang menempel pada tiang dan kolong rumah
bermodel rumah pasang surut, serta Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat.

Selain itu, Tim Gakkum meminta agar PT. Pertamina membersihkan seluruh minyak pada titik-titik yang masih menggumpal, sehingga tidak terjadi penyebaran ke lokasi lain yang sudah mulai tidak tercemar.

Pengambilan sampel dan data akibat pencemaran tumpahan tersebut untuk mengatahui dampak yang ditimbulkan terus dilakukan oleh KLHK.

Hal itu dilakukan melalui analisis dengan menggunakan citra satelit LAPAN dengan data Landsat 8 dan Sentinel 1A.

Ditemui estimasi dari tumpahan minyak mencakup area seluas 12.987,2 Ha, dan panjang pantai yang terdampak di sisi Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir Utara mencapai lebih kurang 60 km, 1 titik water control quality, 1 titik sea water control quality, dan 13 titik kualitas air laut, hingga penyelaman untuk mengambil sedimen dan sampel permukaan air laut di area sekitar TKP.

Disamping itu, Pengawas KLHK melakukan pengawasan terhadap sistem penyaluran minyak baik crude oil maupun produk.

Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap perizinan yang ada, guna menjamin keamanan lingkungan.

KLHK juga meminta kepada GM PT. Pertamina Balikpapan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak, terutama yang berada dekat lokasi kejadian.

Disamping dampak adanya minyak diperairan, dampak lainnya adalah lepasnya Volatile Organic Compound (VOC) ke udara yang menimbulkan bau tajam dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, terkait penegakan hukum. Mereka akan melakukan penyidikan pidana, dan KLHK akan membantu
pengusutan untuk menghitung ganti rugi terhadap kerugian yang dialami oleh masyarakat atas kejadian ini”, ungkap Ridho.

Selain itu, Ridho menambahkan, KLHK akan memeriksa hukum perdata dan sanksi administratif, serta mediasi masyarakat.

” Di lapangan sangat jelas masyarakat
mengharapkan dukungan pemerintah untuk mediasi tersebut, dan kita akan melakukannya”, lanjutnya.

Sumber: JNN

Publish : Redaksi (Nainggolan Mr)

print

Check Also

TGB Zainul Majdi: Jokowi Tak Cukup Jadi Presiden 5 tahun

JAKARTA, BerkasRiau.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang cukup …