Saturday , June 23 2018
Home / Daerah / KEPULAUAN MERANTI / Tradisi Imlek Cian Cui di Selatpanjang Dihadiri Wisatawan dari Berbagai Negara

Tradisi Imlek Cian Cui di Selatpanjang Dihadiri Wisatawan dari Berbagai Negara

SELATPANJANG, BerkasRiau.com  – Festival Perang Air (Cian Cui) di Kabuaten Meranti telah dimulai, tradisi tahunan dalam rangka perayaan Imlek 2568/2017 yang kabarnya hanya ada di Meranti dan negara Thailand itu, secara resmi dibuka oleh Camat Tebing Tinggi Rizki Hidayat bersama Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Meranti H. Ismail dan Kadis Perhubungan Meranti Drs. Hendra Putra, Wakapolres Meranti Kompol Wawan, di Jalan Kartini, Selatpanjang, Sabtu (28/1/17) sore.

Dengan dimulainya Festival Cian Cui, maka ribuan warga di Kota Selatpanjang, Kabupaten Meranti siap ‘perang’ air. Kegiatan ini bukan saja diikuti oleh warga Tionghoa yang ada di Selatpanjang, tetapi sejak beberapa tahun terakhir telah diikuti oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia mulai dari negara tetangga Malaysia, Singapore, Thailand, Australia hingga dari negara Republik Rakyat China berkumpul di Kota Selatpanjang.

Perang air ini merupakan sebuah tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah lama dikembangkan di Selatpanjang. Tradisi ini akan berlangsung selama 6 hari terhitung sejak Imlek hari pertama.

Perang air dimulai sore hari pukul 15.00 Wib hingga petang, mengambil rute mengelilingi 4 ruas jalan di Selatpanjang (Diponegoro, Kartini, Imambonjol, dan A Yani, red).

Ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara sengaja datang ke Selatpanjang hanya untuk menyaksikan dan ikut siram-siraman air yang sangat unik dan menarik ini. Dimana peserta yang dipersenjatai ember berisi air dan pistol air besar, bebas saling siram-siraman air dengan setiap orang yang menanti dipinggir jalan dan berpapasan.

Tak pandang usia, baik tua dan muda siap basah-basahan, hebatnya Etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dalam suasana yang akrab.

Penyelenggaraan Festival Perang Air di Kota Sagu, Selatpanjang kali ini diprakasai oleh Pemkab Kepulauan Meranti bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau.

“Sejak tiga tahun terakhir kita memprakarsai acara ini dan semakin baik dari tahun-ketahun, semoga dapat menarik para pelancong baik dari lokal maupun mancanegara,” ujar H. Ismail

Festival Perang Air ini telah masuk dalam agenda wisata Provinsi Riau dan akan dimasukkan dalam data agenda Kementerian Pariwisata. Dia berharap kedepan dapat dipromosikan secraa Nasional sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. (red/hms). 

print

Check Also

Bupati Meranti Kukuhkan Satgas Saber Pungli

MERANTI, BerkasRiau.com – Berdasarkan Keputusan Bupati No. 334/HK/KPTS/XII/2016 Tentang Pembentukan Satuan Saber pungli, Bupati Kepulauan …